Karya: Rusdin Tompo Kau memberiku ucapan Aku membalasnya dengan kecupan Kau mengulurkan tangan Aku melingkarkan kehangatan Kau menghadiahkan bingkisan Aku menghadirkan kehidupan. Gowa, 3 Agustus 2024
Amorfati yang Amerta
Karya: Nur Hayati Dalam prosa Yang kutulis Selalu tersimpan aksara Yang mempunyai arti Begitu mendalam Tentang Atma dan amorfati Kita adalah dua Atma Yang terpisah Yang mencoba untuk sabar Menanti…
TANGISAN GERIMIS
TANGISAN GERIMIS Rintik gerimis buyarkan kata, Tertunduk pilu syair pujangga, Ini sekedar rasa, Kita akan ber sayonara. Gemericik basahi jiwa, Merusak angan semesta, Palingkan wajah enggan menyapa, Esok kita ber…
Filosofi Sebuah Benih
Oleh Fadli Andi Natsif (Wakil Kordinator Satu Pena Sulsel) NusantaraInsight, Makassar — Berkesempatan menikmati seni pertunjukan (saya menafsirkan secara awam meskipun tidak terlalu tepat; penampilan monolog, karena bernarasi sendiri), dari…
Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Sulsel Segera Diresmikan Tahun ini
NusantaraInsight, Solo — Dies Natalis Ke-60 Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta yang jatuh pada tanggal 15 Juli 2024 dirayakan melalui Rapat Senat Terbuka di Pendopo Mangkunegaran ISI Solo, dengan mengundang…
Ziarah Kubur ke Makam Chairil Anwar akan Diisi dengan Diskusi dan Baca Puisi
NusantaraInsight, Jakarta — Ziarah kubur ke Makam Chairil Anwar “aku mau hidup seribu tahun lagi” (26 Juli 1922-28 April 1949) di TPU Karet Bivak, Jumat, 26 Juli 2024 mulai pukul…
NOTHING
NOTHING Hendri Tamrin Lakkase’ Luas negeriku tidak terlampau, Betapa subur tanah yang kaya, Indah dan subur sawah menghijau, Bukan punya saya. Bumiku indah tanahnya subur, Anugerah Tuhan Maha Kuasa, Ternak…
Pegiat Literasi Desa Bontonyeleng, Bulukumba, Menjadikan Kebun Sebagai Ruang Alternatif Bersama
NusantaraInsight, Bulukumba — Kebun tak hanya berfungsi sebagai tempat untuk bercocok tanam. Bisa juga sebagai ruang alternatif untuk bertumbuh secara organik. Demikian tujuan kegiatan “Di Bawah Suasana” yang diadakan Siring…
KOTA TANPA PUISI
Karya: Rusdin Tompo bisakah kau bayangkan kota tanpa penyair tiada yang menata taman-taman kata tiada yang mengolahnya agar berjiwa diksi-diksi liar tumbuh membelukar larik-larik saling tarik bagai gedung berimpit berdesak…
TENA SILARIANG (Pantang Menyerah): KPJ
TENA SILARIANG (Pantang Menyerah): KPJ Karya: Rusdin Tompo Parau nada memanggil kita ke jalan Senasib lama kita bergulat jumpalitan Terbiasa kita menyanyikan lagu-lagu sendu dengan urat meregang Namun tetap merdu…
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
