PSBM ke-XXVI 2026 di Makassar, Munafri: Forum Dongkrak Roda Ekonomi

“Kita tidak punya lahan pertanian yang besar, tapi kita mengharapkan ketahanan pangan bisa dibangun melalui sistem yang lebih baik, salah satunya dengan memanfaatkan lahan sempit melalui urban farming berbasis IoT,” ungkapnya.

Dia menambahkan, ke depan Pemerintah Kota Makassar akan mengembangkan sistem pertanian modern yang terintegrasi, termasuk penggunaan greenhouse sebagai bagian dari ekosistem pertanian perkotaan.

Menurutnya, konsep ini telah terbukti berhasil di berbagai negara, salah satunya Belanda, yang meskipun memiliki keterbatasan lahan, mampu menjadi salah satu pemasok utama produk pertanian di Eropa.

“Kalau kita lihat di Belanda, dengan lahan yang terbatas mereka bisa menjadi supplier besar di Eropa. Ini harus menjadi contoh bagi kita bahwa pertanian lahan sempit dengan greenhouse dan berbasis IoT bisa menjadi solusi pertanian modern di kota,” kata Appi.

Melalui pertemuan ini, PSBM XXVI tidak hanya menghadirkan nostalgia dan kebersamaan, tetapi juga menegaskan perannya sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi berbasis jejaring.

Dari Makassar, semangat kolaborasi itu kembali digaungkan, menghubungkan potensi daerah, memperkuat investasi, dan membuka jalan bagi kemajuan ekonomi Indonesia yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

BACA JUGA:  Israel Pecahkan Rekor, Penjarakan 61 Anak-anak Palestina di Tahun 2024

Diskusi berlangsung dinamis, memotret peluang sekaligus tantangan ekonomi di tengah situasi global yang terus bergerak.

Lebih lanjut, Munafri juga menekankan pentingnya penguatan infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan kota, termasuk kebutuhan pembangunan jalan tol serta sistem pertanian terintegrasi yang lebih modern.

Appi menegaskan bahwa berbagai potensi dan tantangan tersebut membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak.

Oleh karena itu, momentum PSBM diharapkan mampu menjadi ruang strategis untuk membangun kerja sama lintas sektor demi mendorong kemajuan Kota Makassar ke depan.

“Tentu banyak sekali hal-hal yang harus kita kerjasamakan di Kota Makassar ini,” tutupnya.

Sedangkan, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menegaskan bahwa Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan momentum strategis untuk memperkuat jejaring ekonomi dan kolaborasi antar saudagar.

Dalam suasana penuh kehangatan dan semangat kebersamaan, forum ini kembali mempertemukan para saudagar, tokoh nasional, serta pemangku kepentingan dari berbagai daerah.

Menurut Aliyah, kehadirannya dalam forum tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri, sekaligus bentuk dukungan Pemerintah Kota Makassar terhadap upaya memperkuat konektivitas ekonomi berbasis jejaring.

BACA JUGA:  Ketua Panitia Sebut Porseni PGRI VI Terbesar

“Ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat jaringan ekonomi dan kolaborasi antar saudagar,” ujarnya.

Dia menambahkan, tema yang diangkat dalam PSBM XXVI, yakni “Saudagar Tangguh, Ekonomi Tumbuh”, mencerminkan semangat kolektif dalam mendorong kebangkitan ekonomi nasional.

Menurutnya, peran saudagar Bugis Makassar yang tersebar di berbagai wilayah, baik dalam negeri maupun luar negeri, merupakan kekuatan besar yang perlu terus dirawat dan dioptimalkan.

“Tema ini mencerminkan semangat kita bersama dalam mendorong kebangkitan ekonomi, untuk bangsa Indonesia,” lanjutnya.

Aliyah juga menilai, PSBM memiliki posisi strategis sebagai ruang konsolidasi gagasan dan kerja sama lintas sektor yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.

Melalui forum ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan berbagai elemen masyarakat dalam menciptakan peluang investasi, memperluas pasar, serta meningkatkan daya saing ekonomi.