PSBM ke-XXVI 2026 di Makassar, Munafri: Forum Dongkrak Roda Ekonomi

Salah satu potensi unggulan yang terus didorong adalah sektor pariwisata bahari, khususnya kawasan Kepulauan Spermonde.

Gugusan pulau yang membentang di pesisir Makassar ini dinilai masih sangat potensial untuk dikembangkan dan menarik minat investor, terutama dalam meningkatkan kunjungan wisata laut.

“Makassar memiliki gugusan pulau-pulau Spermonde yang masih bisa dieksplorasi dengan baik untuk menarik investor dalam memaksimalkan potensi wisata, baik wisata laut di pulau-pulau maupun kawasan pantai,” tambahnya.

Di samping itu, orang nomor satu Kota Makassar itu menegaskan, sektor kuliner dan keberagaman budaya juga menjadi kekuatan tersendiri bagi Makassar.

Lanjut dia, Kota ini dikenal memiliki ragam kuliner khas serta kekayaan budaya yang menjadikannya memiliki daya tarik tinggi dalam setiap penyelenggaraan event berskala nasional maupun internasional.

Salah satu strategi yang diusung adalah pengembangan urban farming berbasis teknologi, termasuk pemanfaatan lahan sempit dengan sistem pertanian modern berbasis Internet of Things (IoT).

“Kita tidak punya lahan pertanian yang besar, tapi kita mengharapkan ketahanan pangan bisa dibangun melalui sistem yang lebih baik, salah satunya dengan memanfaatkan lahan sempit melalui urban farming berbasis IoT,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Negosiasi, Harga Mati, dan Presisi (1): (Kisah Operasi Kepolisian Menyelamatkan Penculikan Bocah Asal Makassar)

Dia menambahkan, ke depan Pemerintah Kota Makassar akan mengembangkan sistem pertanian modern yang terintegrasi, termasuk penggunaan greenhouse sebagai bagian dari ekosistem pertanian perkotaan.

Menurutnya, konsep ini telah terbukti berhasil di berbagai negara, salah satunya Belanda, yang meskipun memiliki keterbatasan lahan, mampu menjadi salah satu pemasok utama produk pertanian di Eropa.

“Kalau kita lihat di Belanda, dengan lahan yang terbatas mereka bisa menjadi supplier besar di Eropa. Ini harus menjadi contoh bagi kita bahwa pertanian lahan sempit dengan greenhouse dan berbasis IoT bisa menjadi solusi pertanian modern di kota,” kata Appi.

Melalui pertemuan ini, PSBM XXVI tidak hanya menghadirkan nostalgia dan kebersamaan, tetapi juga menegaskan perannya sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi berbasis jejaring.

Dari Makassar, semangat kolaborasi itu kembali digaungkan, menghubungkan potensi daerah, memperkuat investasi, dan membuka jalan bagi kemajuan ekonomi Indonesia yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Diskusi berlangsung dinamis, memotret peluang sekaligus tantangan ekonomi di tengah situasi global yang terus bergerak.

BACA JUGA:  Halal Bi Halal atau Halal Bihalal? Manakah Penulisan yang Benar?

Lebih lanjut, Munafri juga menekankan pentingnya penguatan infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan kota, termasuk kebutuhan pembangunan jalan tol serta sistem pertanian terintegrasi yang lebih modern.