PR Sang Profesor

Sang Profesor Zudan Arif Fachrullah
Prof Zudan Arif saat dilantik oleh Mendagri Tito Karnavian

Pada 27 November 2023 lalu, Bahtiar juga meneken kerja sama dengan PT Yas Exports Internasional (YEI) terkait pembelian hasil budi daya pisang cavendish demi tujuan eskpor. Apalagi perusahaan itu memiliki 260 cabang perusahaan di negara-negara yang mengonsumsi pisang.

“Ini yang kita mau tanam di Sulawesi Selatan dan ekosistem bisnisnya sudah saya bangun dan kita sudah ada kontrak farming. Jadi saya serius membangun ekosistem bisnisnya dari hulu sampai hilir. Ini tanaman bisnis, bukan tanaman biasa dan punya nilai ekonomi,” ungkap Bahtiar.

3. Sebar Jutaan Benih Ikan Tawar
Bahtiar juga telah menyebar jutaan benih ikan tawar yang merupakan bagian dari program ketahanan pangan di sektor perikanan. Di Kabupaten Bone, sudah ada lebih 2,1 juta benih ikan tawar yang ditebar.

Kabupaten Bone hanya salah satu wilayah yang didorong menjadi pusat pembibitan ikan tawar. Bahtiar juga mendorong Kabupaten Wajo bisa bersaing menjadi daerah penghasil ikan tawar terbesar di Sulsel.

“Kita hendak menjadikan Kabupaten Wajo ini sebagai pusat ikan air tawar, ini memiliki potensi ekonomi yang luar biasa,” ucap Bahtiar usai menebar 250 benih ikan nila di Bendungan Kalolo dan Bendungan Paselloreng, Wajo, Selasa (2/4).

BACA JUGA:  Peluncuran Golden Visa Indonesia Dihadiri Kakanwil Kemenkumham Gorontalo

Bahtiar juga sempat melepas 10 ribu benih ikan tawar di Waduk Nipa-nipa, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, Jumat (5/4). Bahtiar mengatakan, Pemprov Sulsel menyiapkan 100 juta benih ikan untuk disebar di Sulsel tahun 2024.

Melihat potensi Sulsel untuk pengembangan komoditas pisang, Bahtiar menginisiasi pembangunan SMK hortikultura di Bone. Proyek yang menelan anggaran sekitar Rp 15 miliar ini ditargetkan rampung tahun ini.

“Jadi mungkin bulan 5 (Mei) atau bulan 6 (Juni) berjalan ki pembangunan fisiknya. Fisik itu ruang kelas, ruang praktek, ruang guru, ruang kepala sekolah dan ada fasum lain yang dibutuhkan, seperti toilet dan sarana ibadah,” kata Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Iqbal Najamuddin, Jumat (22/3).

4. Sukseskan Pemilu 2024 di Sulsel
Bahtiar sukses mengawal pelaksanaan Pemilu 2024 di Sulsel. Bahtiar menegaskan kesuksesan Pilpres dan Pileg ini berkat kerja sama semua pihak, baik penyelenggara pemilu, maupun aparat penegak hukum.

Menurut Bahtiar, selama ini Sulsel dari Pemilu ke Pemilu selalu dianggap daerah rawan. Namun semenjak September 2023, Sulsel diklaim menjadi daerah teraman di Indonesia sekarang.

BACA JUGA:  Tekan Penipuan Online, Kementerian Kominfo RI Buka AduanNomor.id

“Dan itu tandanya bahwa peradaban demokrasi Sulsel semakin mapan, maju dan baik. Saya kira ini contoh baik bagi kita di tahun 2024 ini,” sebut Bahtiar di Kawasan Wisata Kuliner Lego-lego CPI Makassar, Rabu (20/3).

Sementara itu, Kapolda Sulsel Irjen Andi Rian R Djajadi mengatakan, proses demokrasi tidak berhenti di Pilpres maupun Pileg, karena masih ada Pilkada 2024. Andi Rian juga mengajak masyarakat menjaga situasi keamanan di wilayah masing-masing tetap kondusif.

“Untuk menjaga situasi di Sulsel ini tetap kondusif dan nyaman. Sehingga aktivitas masyarakat bisa berjalan sebagaimana mestinya,” ucap Andi Rian.

5. Inisiasi Penanaman 2 Juta Pohon
Bahtiar menginisiasi gerakan penanaman 2 juta pohon di kabupaten dan kota di Sulsel saat peringatan Hari Bumi. Program ini menandai komitmen Sulsel terhadap keberlanjutan lingkungan dan bentuk solidaritas menjaga bumi.

“Kita memberikan pesan kuat kepada masyarakat Sulawesi Selatan bahkan seluruh dunia pada Hari Bumi, 22 April ini adalah momentum untuk membangun kesadaran seluruh umat manusia,” kata Bahtiar saat penanaman pohon yang dipusatkan di Bendungan Gerak Tempe, Kelurahan Wiringpalenae, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Senin (22/4).