Negosiasi, Harga Mati, dan Presisi (1): (Kisah Operasi Kepolisian Menyelamatkan Penculikan Bocah Asal Makassar)

Bocah asal Makassar
Rekaman CCTV pengungkap drama penculikan Bilqis. (Foto: Istimewa).

Namun kedatangan dan isi laporan tamu itu terpantau melalui jaringan komunikasi khusus kepolisian. Kalau ada laporan seperti ini, Nasrullah biasa membacanya. Banyak juga warga sebelumnya melapor kehilangan anaknya, ternyata tidak. Anaknya dibawa oleh keluarganya sendiri.

“Mungkin juga ada teman-temannya atau tetangga-tetangganya yang mengambil,” Dr.Iptu Nasrullah, S.E., M.H, bercerita saat ditemui penulis di Kantor Polsek Panakkukang Makassar, Rabu (10/12/2025) sore.

Meskipun ada laporan-laporan seperti yang terdahulu sering Nasrullah terima, namun untuk kasus Dimas, Kepolisian tetap memberi perhatian serius.

Pekerjaan awal Kepolisian adalah melakukan pengecekan di tempat kejadian perkara (TKP), Taman Pakui Sayang.

Usai menerima laporan tersebut, anggota pun langsung ke TKP. Mengecek dan mengumpulkan informasi tentang hilangnya bocah perempuan tersebut. Kamera pemantau, circuit closed television (CCTV) di sekitar TKP pun dicek. Hari itu, masih Ahad 2 November 2025 menjelang sore. Bahkan, sampai malam, Ipda Supriadi Gaffar mengumpulkan informasi sembari ngopi bareng dengan Dimas di dekat jembatan Jl. Monginsidi Baru, Makassar.

“Keesokan hari (3 November 2025), kita maksimalkan pelacakan. Di CCTV tergambar ada seorang perempuan membawa seorang anak dan berjalan dengan dua anak lainnya,” ungkap Doktor Ilmu Hukum lulusan Universitas Hasanuddin tahun 2025 ini.

BACA JUGA:  Negosiasi, Harga Mati dan Presisi (2) (Kisah Operasi Kepolisian Menyelamatkan Penculikan Bocah Asal Makassar)

Pada waktu bersamaan, keluarga Bilqis pun kembali melakukan pencarian dengan bantuan beberapa warga sekitar.

Setelah mendapat petunjuk penting dari rekaman CCTV milik salah satu kafe di sekitar taman, Dimas kemudian yakin putrinya dibawa oleh seseorang. Dalam rekaman itu, terlihat seorang perempuan menggandeng tangan Bilqis keluar dari area taman. Rekaman CCTV ini pun sampai ke tangan polisi.

Aparat kepolisian menyimak rekaman CCTV dengan jarak hingga 4 km dari titik awal. CCTV tersebut menuntun tim Polrestabes Makassar ke sebuah lorong.

Jadi, tim memanfaatkan semua kamera CCTV sepanjang jalan yang dilewati perempuan — yang kemudian diketahui bernama SY (30) — berjalan membawa Bilqis. Kamera CCTV itu terpasang di kiri kanan jalan yang dilalui perempuan yang sudah pisah dengan suaminya itu.

“Terakhir di sebuah lorong sana, Jl. Sungai Saddang Makassar. Tim tiba pada satu lorong bersamaan dengan tidak ada rekaman CCTV,” kenang bungsu dari enam bersaudara ini.

Lantaran panduan CCTV tidak tersedia, Nasrullah bersama timnya melakukan pelacakan manual. Mengumpulkan informasi dari warga setempat dengan memperlihatkan gambar rekaman CCTV yang sudah di tangan tim Kepolisian. Warga pun mengenali si perempuan dalam rekaman CCTV. Mereka dengan lugu menyebut nama perempuan tersebut berikut alamatnya.