Pria yang akrab disapa Appi itu menekankan bahwa, buruh selaku pekerja memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi, khususnya di Kota Makassar.
Oleh karena itu, pemerintah membuka akses seluas-luasnya untuk mendengar aspirasi pekerja. Dimana, seluruh perhatian Pemerintah Kota akan diarahkan untuk mendengar apa yang menjadi kebutuhan pekerja, termasuk regulasi yang mendukung kesejahteraan mereka.
“Mungkin belum semua bisa kami penuhi, tetapi kami Pemerintah Kota membuka ruang komunikasi akan selalu terbuka menerima aspirasi saudara kita dari buruh,” jelasnya.
Lebih jauh, Munafri menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Makassar, terus memperluas akses kerja serta memperkuat perlindungan tenaga kerja.
Salah satunya melalui program pelatihan vokasi dan peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal agar mampu bersaing di dunia kerja.
Selain itu, perlindungan bagi pekerja rentan juga terus diperkuat melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan yang saat ini telah menjangkau sekitar 81 ribu tenaga kerja, di Kota ini.
“Ini bukan sekadar angka, tetapi bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi pekerja,” tegasnya.
Selain itu, Appi membeberkan, di sektor ekonomi, pemerintah Kota mendorong penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi rakyat.
Upaya tersebut dilakukan melalui akses permodalan, digitalisasi usaha, serta keterlibatan UMKM dalam berbagai event strategis, termasuk May Day Fest 2026.
“Kami ingin UMKM Makassar tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh kuat dan mampu membuka lapangan kerja baru,” ungkapnya.
Politisi Golkar itu menekankan bahwa pembangunan kota harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan pekerja.
Menurutnya, tidak ada pembangunan tanpa pekerja, tidak ada pertumbuhan tanpa keadilan, dan tidak ada kesejahteraan tanpa keberpihakan.
Pemerintah Kota Makassar, lanjutnya, memiliki arah kebijakan yang jelas, yakni mendorong investasi yang membuka lapangan kerja, memastikan perlindungan pekerja.
“Kami akan memperkuat hubungan industrial yang harmonis, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” terang Appi.
Oleh sebab itu, pria kelahiran 20 September itu menekankan, peringatan May Day di Makassar saat ini bukan lagi tentang konfrontasi, melainkan kebersamaan dalam membangun solusi bersama antara pemerintah, pekerja, dan pengusaha.
Kegiatan May Day Fest 2026 pun menjadi bukti bahwa peringatan Hari Buruh dapat dilakukan secara bermartabat, membangun, dan menyatukan seluruh elemen.
Ke depan, ia mengingatkan bahwa tantangan dunia kerja akan semakin kompleks, mulai dari transformasi digital hingga tuntutan kompetensi global.













