“Ini bukan sekadar angka, tetapi bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi pekerja,” tegasnya.
Selain itu, Appi membeberkan, di sektor ekonomi, pemerintah Kota mendorong penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi rakyat.
Upaya tersebut dilakukan melalui akses permodalan, digitalisasi usaha, serta keterlibatan UMKM dalam berbagai event strategis, termasuk May Day Fest 2026.
“Kami ingin UMKM Makassar tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh kuat dan mampu membuka lapangan kerja baru,” ungkapnya.
Politisi Golkar itu menekankan bahwa pembangunan kota harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan pekerja.
Menurutnya, tidak ada pembangunan tanpa pekerja, tidak ada pertumbuhan tanpa keadilan, dan tidak ada kesejahteraan tanpa keberpihakan.
Pemerintah Kota Makassar, lanjutnya, memiliki arah kebijakan yang jelas, yakni mendorong investasi yang membuka lapangan kerja, memastikan perlindungan pekerja.
“Kami akan memperkuat hubungan industrial yang harmonis, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” terang Appi.
Oleh sebab itu, pria kelahiran 20 September itu menekankan, peringatan May Day di Makassar saat ini bukan lagi tentang konfrontasi, melainkan kebersamaan dalam membangun solusi bersama antara pemerintah, pekerja, dan pengusaha.
Kegiatan May Day Fest 2026 pun menjadi bukti bahwa peringatan Hari Buruh dapat dilakukan secara bermartabat, membangun, dan menyatukan seluruh elemen.
Ke depan, ia mengingatkan bahwa tantangan dunia kerja akan semakin kompleks, mulai dari transformasi digital hingga tuntutan kompetensi global.
Dengan demikian, maka diperlukan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja dan memperkuat daya saing.
Mengakhiri sambutannya, Munafri mengajak seluruh pihak untuk bersatu dalam satu tekad dan satu tujuan, yakni memperjuangkan kesejahteraan pekerja.
“Satu tekad untuk memperjuangkan hak dan masa depan pekerja, satu tujuan untuk membangun industri yang kuat dan berdaya saing, dan pada akhirnya sejahtera bersama,” pungkasnya.
Appi menambahkan bahwa, Pemerintah Kota Makassar, akan terus hadir dan berpihak kepada pekerja melalui kebijakan dan program yang berdampak nyata.
“Selamat memperingati Hari Buruh Internasional 2026. Teruslah bekerja dengan semangat, berjuang dengan martabat, dan yakinlah pemerintah akan selalu bersama para pekerja,” tutupnya.
Diketahui, rangkaian acara May Day 2026 di Kota Makassar, diawali dengan Fun Walk yang melibatkan ribuan peserta dari kalangan buruh dan masyarakat umum.
Rute yang dilalui dimulai dari Jalan Ahmad Yani, menyusuri Jalan Jenderal Sudirman, melintasi Jalan Slamet Riyadi, dan kembali ke Karebosi sebagai titik pusat kegiatan.
Hadir pada kegiatan ini, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, unsur Forkopimda termasuk Kapolda Sulawesi Selatan.
Serta jajaran Dinas Tenaga Kerja turut hadir dan berbaur bersama peserta, menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam membangun hubungan harmonis dengan para pekerja.
Pada kesmepatan ini, Koordinator Koalisi Gerakan Rakyat, Akhmad Rianto, perwakilan buruh yang hadir menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Makassar, khususnya kepada Wali Kota Munafri Arifuddin, atas ruang yang diberikan kepada buruh dan elemen masyarakat dalam peringatan May Day 2026.
Menurutnya, keterlibatan pemerintah dalam membuka ruang dialog dan kolaborasi menjadi langkah maju dalam membangun hubungan yang lebih konstruktif antara buruh dan pemangku kebijakan.
“Kami dari perwakilan buruh memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Wali Kota Makassar yang telah membuka ruang dan mendengarkan aspirasi buruh pada peringatan May Day tahun ini,” ujarnya.












