Dia menyebut, ada dua yang akan dikelola oleh pemerintah pusat, Pemprov dan Pemda Luwu Timur, yakni Vale sebagai perusahaan dan eks Vale. Vale secara perusahaan yang dibagi 4 persen ke pemerintah pusat, 4 persen Pemprov dan 4 persen untuk Luwu Timur.
“Itu sumber uang kita, dikawal itu jangan sampai kemana mana lagi itu barang. Kedua Eks Vale dalam hal ini BUMN PT Antam yang sedang berproses dengan Perseroda provinsi (Sulsel) dan kabupaten/kota juga sedang berproses, dan ketika ini berjalan, angka Rp3 T (Triliun)
“InsyaAllah bisa jalan, bisa menutupi apa yang kekurangan kita di Sulsel. Saya pengen aset Sulsel benar benar dimanfaatkan,” terang Bahtiar.
Pj Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) ini juga menambahkan, kekayaan alam Sulsel perlu dinikmati oleh semua masyarakat Sulsel, bukan segelintir orang saja.
“Sayang sekali kita punya nikel, bijih besi, pasir silika, emas, semen, dan macam macam, tapi disisi lain lihatlah rakyat kita Sulsel, lihatlah (dalam keterpurukan, Red). Untuk teman teman (ASN) provinsi, jangan hanya berkantor terus di jalan Urip Sumoharjo, jalan ke kampung, datangi mereka, peluk mereka ajak mereka salaman tatap matanya, berapa mereka sangat membutuhkan kita,” pungkas Bahtiar.












