Jamaluddin yang juga Sekretaris MKKS SLB Provinsi Sulsel menyampaikan bahwa tujuan Perkemahan Pramuka Berkebutuhan Khusus adalah untuk memupuk kemandirian, mengembangkan soft skill, dan memberikan bekal kehidupan agar para peserta yang berkebutuhan khusus dapat bertahan, menjalin kerja sama, dan berinteraksi dengan sesama teman.
Kegiatan ini juga bertujuan memberikan kesempatan yang sama bagi peserta didik dengan disabilitas untuk berpartisipasi dalam kegiatan Pramuka.
Selain itu, lanjut Jamal, perkemahan ini memberikan apresiasi terhadap bakat dan kemampuan anak berkebutuhan khusus agar mereka dapat berkembang, berkarakter, dan mandiri di masa depan.
“Tentu tujuan utamanya adalah membentuk karakter yang kuat dan memiliki kecakapan hidup (soft skill). Mengasah kemampuan dan talenta khusus sesuai keunikan masing-masing peserta. Membangun rasa percaya diri dan kemampuan sosialisasi dalam kelompok. Memberi pengalaman dan pembelajaran di alam terbuka yang menyenangkan dan dapat diakses peserta berkebutuhan khusus. Dan juga memupuk semangat persamaan dan inklusi di dalam Gerakan Pramuka,” tandas Kepala UPT SLBN 2 Makassar ini.

Perkemahan Pramuka Berkebutuhan Khusus Luar Biasa
Perkemahan Pramuka Berkebutuhan Khusus tingkat Provinsi Sulawesi Selatan mendapatkan apresiasi dari semua pihak.
Hal ini disebabkan karena para peserta upacara pembukaan dilakukan oleh para siswa berkebutuhan khusus.
Di mulai dari pengibaran bendera merah putih, yang dilakukan oleh Pramuka Berkebutuhan Khusus (tuna grahita) yang memandu pengibaran bendera dengan sempurna.
Tak hanya itu, pembacaan Pancasila, Pembukaan UUD 45 dan Dasa Dharma Pramuka dilakukan oleh siswa tuna grahita untuk pembacaan Pancasila, Tuna Netra untuk pembacaan Pembukaan UUD 45 dan Tuna rungu dengan bahasa isyarat membacakan Dasar Dharma Pramuka.
Salah satu Ketua Mabigus dari Luwu Timur, tepatnya dari SLB La Ketu Awaluddin Tadda menyampaikan kekagumannya atas suksesnya pembukaan upacara Pembukaan Perkemahan Pramuka Berkebutuhan Khusus.
“Ini membuktikan bahwa siswa kami yang berkebutuhan khusus dapat mandiri dan berkreasi jika diberi kesempatan untuk berkarya,” ungkapnya.
“Tentu ini tak lepas dari kesabaran dari para kakak pendamping dan pembina Pramuka yang saya tahu telah cukup lama mempersiapkan ini, hingga acara ini berlangsung,” tambahnya.
“Semoga Perkemahan Pramuka Berkebutuhan Khusus tingkat Provinsi Sulsel dapat sukses terlaksana hingga penutupan pada Jumat 28 November 2025,” tutupnya.












