Acara Kongres Kebudayaan sendiri dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulawesi Selatan Dr. H. Asriady Sulaiman, S.IP., M.Si ditandai dengan pemukulan gendang , Ajiep Padindang, Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika, Suparman Sopu dan Andi Abubakar Hamid yang diiringi oleh kelompok musik Tunrung Pakanja.
Kadis Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulsel yang mewakili Gubernur Sulsel dalam sambutannya menyampaikan bahwa permohonan maaf dari Gubernur Sulsel yang saat ini menunaikan ibadah haji.
Menurutnya, ide dan gagasan ini di ruang Mulo Mini Hall yang kecil ini, bisa menjadikan gagasan.
Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada Ketua DPRD yang hadir dan kegiatan ini merupakan giat dari niat luhur yang yang diidamkan para budayawan seniman dan sebagainya itu dapat segera kita wujudkan sebagai bagian dari kebudayaan bangsa Indonesia.
“Kebudayaan adalah kekayaan yang tidak ternilai harganya untuk itu sudah sepatutnya seluruh komponen masyarakat di Sulawesi Selatan melakukan upaya-upaya untuk melindungi memajukan mengembangkan dan memanfaatkan Kebudayaan sebagai bentuk upaya ketahanan budaya sekaligus untuk mewujudkan tujuan nasional serta mempengaruhi perkembangan kebudayaan dunia dengan melestarikan kebudayaan bangsa sehingga membutuhkan peran yang aktif dan inisiasi dari masyarakat luas masyarakat sebagai pemilik budaya,” tuturnya.
“Dengan merumuskan strategi pengembangan budaya dan solusi pemecahan sehingga tantangan akibat globalisasi dan modernisasi dan kemajuan teknologi digital dapat kita sandingkan bersama dengan kemajuan kebudayaan. Kita ketahui betapa besar penganggaran untuk budaya, namun hanya sedikit yang nyantol di Sulawesi Selatan karena itu Itulah salah satu caranya adalah dengan melahirkan produk hukum terkait dengan pemajuan kebudayaan sehingga yang sedikit tadi yang disampaikan oleh Kak Ajiep bisa nyantol lebih besar di Sulawesi Selatan,” tambahnya.
“Ini demi kemajuan kebudayaan Sulawesi Selatan, tentang pemajuan kebudayaan pemerintah diamanatkan untuk menyusun strategi kebudayaan yang menjadi landasan pembangunan nasional kemajuan kebudayaan menuju Indonesia emas 2045 Tentunya saya dan semua yang hadir di gedung ini ahli budaya seniman pemerhati budaya dan pelaku budaya untuk mengembangkan budaya dan kearifan lokal yang ada dalam mewujudkan kemajuan kebudayaan di Indonesia emas 2045,”
Hadir dalam Pembukaan Kongres Kebudayaan Sulsel 2023 yaitu para Akademisi dari UNM, Unhas dan UIN, para Sastrawan serta Budayawan dan juga para pemerhati kebudayaan dari unsur media dan masyarakat.












