Setelah sadar, saya mendapati diri saya terbaring di tempat tidur dengan banyak alat terpasang di dada dan sudah berada di IGD PJT Wahidin bukan lagi di IGD Bhayangkara. Dalam hati, saya pasrah dan meyakini bahwa saya akan sembuh dengan bantuan zikir, sholawat hafalan Al-Qur’an yang saya hafal, juga dengan do’a-do’a dari suami saya, keluarga dan sahabat-sahabat saya.
Keyakinan saya bahwa membaca Al-Qur’an selalu membuat hati saya tenang dan memberikan kekuatan di tengah kesulitan. Keyakinan ini membawa harapan baru dalam hidup saya, dan saya percaya bahwa cinta serta doa dari orang-orang terdekat akan selalu menjadi sumber semangat yang tak ternilai.
Dengan semangat dan keyakinan yang menggebu, saya pun melanjutkan perjalanan menuju kesembuhan, berkomitmen untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah melalui setiap bacaan Al-Qur’an. Setiap ayat yang dibaca seakan mengalirkan energi baru, membangkitkan semangat dan harapan dalam diri saya. Saya yakin, apa pun yang terjadi, selama saya berserah dan berdoa, Allah akan selalu memberikan yang terbaik untuk saya.
Terima kasih yang tak terhingga pada suami saya papa cul atas dukungan yang luar biasa pada saya dalam segala hal baik dalam suka maupun duka tak pernah Lelah dan perasaan bosan dalam mendukung dan mendampingi saya I LOV U papa cul. Juga kpeda kakak saya (Satmawati) kakak pengganti ibu bagi saya yang setia menemani saya hingga saya keluar dari IGD sampai saat hari ini setiap pagi dating ke rumah mengontrol kondisi saya I LOV U kakak Ama (Satmawati) dan Juga terima kasih pada sahabat-sahabat saya yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu namanya atas do’a dan supportnya pada saya hanya Allah yang dapat membalas segala kebaikan kalian aamiin…*
Parang Tambung, 18 Oktober 2024












