“Ini pesta demokrasi tingkat bawah. Saya harap bisa berjalan dengan baik. Dibutuhkan bantuan dari semua pihak untuk sama-sama menjaga kondusivitas masyarakat dalam berjalannya pemilihan ini,” imbuhnya.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana menyampaikan bahwa situasi Kota Makassar menjelang pencoblosan masih dalam kondisi kondusif.
Namun demikian, jajaran keamanan tetap melakukan pemetaan terhadap TPS yang memerlukan penempatan personel tambahan.
“Kami bersama Pak Wali Kota, Pak Dandim, Kapolres Pelabuhan, dan Kesbangpol sudah merapatkan seluruh persiapan untuk pencoblosan RT/RW besok. Sampai saat ini situasi masih kondusif,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, disampaikan pula bahwa ada beberapa Empat Pemungutan Suara (TPS) yang dinilai rawan atau membutuhkan pengawalan lebih ketat.
Selain personel Polrestabes, pengamanan juga akan diperkuat oleh TNI dan dukungan dari Pemerintah Kota Makassar.
“Ada beberapa TPS yang harus kami tempatkan anggota, termasuk personel TNI dan dari Pemkot. Ini untuk memastikan keberlangsungan pencoblosan tetap aman dan lancar,” jelas Kapolrestabes.
Kapolrestabes menegaskan bahwa jajaran Polsek di seluruh kecamatan telah menyampaikan laporan mengenai kondisi pemilihan di wilayah masing-masing.
Ada wilayah dengan calon tunggal, bahkan tanpa pelaksanaan pencoblosan, namun ada juga yang diikuti lebih dari tiga hingga lima calon kategori yang berpotensi memicu kerawanan.
“Ini yang kami antisipasi, kami juga mengantisipasi isu-isu di media sosial dan kemungkinan konflik ketika calon ada yang menang maupun kalah,” ucapnya.
Menjawab pertanyaan terkait wilayah rawan perang kelompok seperti Sapiriah, Kapolrestabes menegaskan bahwa pengamanan khusus tetap berjalan.
“Di wilayah Utara Sapiria dan sekitar hingga sekarang kami masih menempatkan anggota, baik dari Kepolisian maupun Kodim. Kami antisipasi agar tidak ada pihak yang memprovokasi situasi,” tuturnya.
“Pos-pos tetap dijaga, ditambah personel dari Balai Kota untuk menjaga pencoblosan,” sambung dia.
Untuk pengamanan, Polrestabes Makassar menyiapkan sekitar 400 personel. Selain itu, akan ada tambahan kekuatan dari Polda Sulsel sebanyak satu hingga dua Satuan Setingkat Kompi (SSK) guna mengamankan.
Dikatakan, keamanan secara otomatis terlibat dalam pengawasan per kelurahan, namun jumlah mereka dianggap belum mencukupi untuk mengawasi seluruh TPS sehingga personel tambahan diperlukan.
Kapolrestabes juga mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh calon dan warga. Ia imbau semua pihak menaati aturan yang ada.
“Siapapun yang menang atau kalah, mari kita dukung. Jangan lagi ada komplain yang tidak perlu. Pendukung juga diharapkan tertib dan tidak melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Kita ingin suasana tetap kondusif,” tutup Kapolrestabes.
Sementara itu, Dandim 1408/Makassar Letkol Kav Ino Dwi Setyo Darmawan menegaskan kesiapan TNI untuk bekerja sama dengan seluruh unsur keamanan, baik Polri maupun Satpol PP.
“Kami akan back up tempat-tempat yang membutuhkan karena memiliki potensi ancaman. Kami berkolaborasi penuh dengan Polri dan Pemkot,” ujarnya.
TNI juga menurunkan personel untuk mendukung pengamanan di titik-titik yang membutuhkan pengawasan ekstra.
Untuk jumlah personel TNI, Dandim menyebutkan masih melakukan pemetaan lanjutan untuk menentukan titik-titik yang memerlukan penguatan pengamanan.
“Dengan sinergi lintas sektor dan pemetaan kerawanan yang komprehensif, Pemerintah Kota Makassar bersama TNI-Polri optimistis pelaksanaan Pemilihan RT/RW dapat berlangsung lancar, aman, dan tetap kondusif di seluruh wilayah Kota,” tutupnya.












