Gempa Guncang Afghanistan 800 Orang Dikabarkan Tewas

NusantaraInsight, Kabul — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,0 mengguncang wilayah timur Afghanistan. Sedikitnya 800 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 1.500 lainnya luka-luka akibat gempa bumi yang mengguncang pada Senin (1/9/2025) dini hari.

Dilansir dari Khaama Press, distrik Nur Gul, Soki, Watpur, Manogi, dan Chapa Dara di Provinsi Kunar menjadi daerah paling parah. Di Provinsi Nangarhar, sedikitnya sembilan orang dilaporkan meninggal.

“Seluruh desa yang terbuat dari lumpur dan batu rapuh runtuh. Longsor juga memutus jalur vital dan menghambat komunikasi,” kata seorang pejabat setempat yang meminta bantuan internasional segera diberikan, dikutip TRT.

Gempa ini juga berpengaruh hingga wilayah India, Kirgiztan, Tajikistan dan Uzbekistan.

Setidaknya, hingga berita ini dimuat Afghanistan telah diguncang 9 kali gempa sejak tanggal 26 Agustus 2025. Di mana gempa pertama kali terasa pada pukul 18.31 berkekuatan Magnitudo (M) 4.5 – 6 km dari Dzarbashi-Kirgiztan.

Gempa kedua pada tanggal 27 Agustus 2025, pukul 21.27 berkekuatan M 5.1 – 44 km dari Esh Keshen Tajikistan.

BACA JUGA:  Presiden Jokowi Bertemu Presiden Majelis Umum PBB, Bahas Palestina

Gempa ketiga atau gempa utama pada 1 September pukul 3.37 waktu setempat berkekuatan 6.0 – 15 Km dari Kuz Kumar Afghanistan dengan kedalaman 8 km dari bumi.

Gempa susulan turut memperburuk situasi. Setelah guncangan utama bermagnitudo 6,0, tercatat gempa keempat magnitudo 4,5 (1/9/2025) pukul 03.38 – 11 km dari Goshta Afghanistan

Gempa kelima M 5,2 (1/9/2025) pukul 5.38 – 20 km dari Kuz Kumar. Gempa keenam M 5.2 dihari yang sama, pukul 7.46 – 15 Km dari Kuz Kumar. Gempa ketujuh M 4,7 pukul 10.43 – 18 km dari Kuz Kumar. Gempa kedelapan berkekuatan M 4,3 pukul 10.59 – 5 Km dari Goshta Afghanistan dan gempa kesembilan berkekuatan M 4,6 mengguncang pada pukul 13.01 – 18 km dari Kuz Kumar. Dilaporkan bahwa kedalaman gempa bervariasi hingga 140 km.

Getaran juga dirasakan hingga Pakistan. Media Dawn melaporkan guncangan terasa di sejumlah distrik Khyber Pakhtunkhwa dan Punjab, meski belum ada laporan korban jiwa.

Menurut Palang Merah, Afghanistan merupakan salah satu negara dengan risiko seismik tinggi. Lokasinya berada di pertemuan lempeng tektonik India dan Eurasia, membuat wilayah pegunungan Hindu Kush sangat rentan terhadap gempa bumi.

BACA JUGA:  Tentara Israel Mundur dari Gaza Utara

“Bencana ini kembali menegaskan kerentanan Afghanistan terhadap gempa, terutama di wilayah terpencil,” tulis Palang Merah dalam keterangannya.

Gempa terbaru ini terjadi kurang dari dua tahun setelah gempa mematikan sebelumnya yang menewaskan ribuan orang. Ini menunjukkan ancaman berulang yang terus menghantui Afghanistan