“Kami sebagai pemerintah menjadi fasilitator. Jadi apa yang kita lihat sekarang, apa yang kita rasakan saat ini, membuktikan bahwa pemerintah kota hadir sebagai fasilitator untuk menyalurkan bakat-bakat kreatif dari para anak muda kita,” tambahnya.
“Kami berharap agar bapak ibu yang memiliki sanggar-sanggar seni, bapak ibu yang memiliki bakat di bidang seni agar dapat membuat kegiatan seperti ini, untuk menstimulus kegiatan ekonomi masyarakat di bidang ekonomi kreatif,” pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua panitia Irwin Ramadanis Ohorella, S.ST.PAR yang juga merupakan Plt Kabid Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Makassar menyampaikan bahwa untuk Festival Seni Pertunjukan 2025 ini mengangkat tema Makassar Waves dapat menjadi obat bagi warga kota Makassar yang pada minggu-minggu lalu mengalami masa-masa yang sulit.
Menurutnya, tentu Festival Seni Pertunjukan ini dapat menjadi hiburan dan pembuktian bagi masyarakat, bahwa anak-anak muda Makassar memiliki kreativitas yang sangat luar biasa.
Ia juga berjanji akan terus mendorong agar para pekerja seni pertunjukan dapat menyalurkan kreatifitasnya dalam bentuk seni pertunjukan.
Sementara itu, Dr. Asia Ramli Prapanca, M.Pd., sebagai salah satu penggagas Festival Seni Pertunjukan, menyampaikan cukup bergembira atas terselenggaranya Festival Seni Pertunjukan ini.
“Apalagi diketahui, negara kita telah mengalami masa-masa mencekam pada akhir Agustus lalu. Dan ini dapat menjadi obat penghibur bagi warga Makassar,” ucapnya.
Ia berharap agar melalui Festival Seni Pertunjukan ini, dapat menumbuhkan semangat para seniman dan sastrawan serta komunitas seni untuk dapat berkarya.
“Apalagi tadi Sekdis menyampaikan bahwa Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Makassar bersiap menjadi fasilitator bagi para pekerja ekonomi kreatif, terkhusus pekerja seni,” ulasnya.
Lebih dalam, Asia Ramli Prapanca, yang juga mewakili Pengurus Dewan Kesenian Sulawesi Selatan (DKSS) di Bidang Riset dan Advokasi, Kawasan Pantai Losari dan Centre Point of Indonesia (CPI) telah menjadi simbol nyata perpaduan antara keindahan lanskap pesisir alam dan infrastruktur urban yang ambisius.
“Area ini dipilih sebagai panggung Urban Waves, menawarkan latar belakang yang sempurna untuk presentasi budaya lokal dalam format modern, tanpa meninggalkan esensi spiritual tradisionalnya,” sebut seniman yang terkenal dengan puisinya yang melegenda Sukmaku di Tanah Makassar.

“Olehnya itu, Konsep Artistik dalam Festival Seni Pertunjukan ini adalah Dialog Seni Melampaui Batas. Tema yang dibangun adalah Urban Waves, Merayakan Dinamika Kreatif di Pesisir Metropolitan Makassar” yang memposisikan seni pertunjukan sebagai medium utama dialog dan eksplorasi. Kami menciptakan narasi yang menghubungkan tradisi dan modernitas dengan mengangkat kearifan lokal Makassar dan Sulawesi Selatan dalam format kontemporer,” pungkasnya.












