Sosialisasi IKM Muatan Lokal Bahasa Makassar Dihadiri 450 Tenaga Pendidik 

Sosialisasi Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) Muatan Lokal Bahasa Makassar, yang dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan pendidikan, Selasa (18/2/2025) di Gedung Phinisi UNM.
Sosialisasi Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) Muatan Lokal Bahasa Makassar, yang dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan pendidikan, Selasa (18/2/2025) di Gedung Phinisi UNM.

Sementara itu, Ilma Rahim, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kesempatan untuk terlibat dalam penulisan buku daerah ini.

Editor buku, Eko Marsudiono, juga menyoroti inovasi baru dalam penerbitan buku Bahasa Daerah berbasis yBook, yang diharapkan dapat semakin memperluas akses pembelajaran bahasa daerah secara digital.

Acara ini dihadiri oleh 450 Kepala Sekolah dari sekolah negeri dan swasta se-Kota Makassar. Dengan suksesnya acara ini, diharapkan implementasi Kurikulum Merdeka khususnya dalam muatan lokal Bahasa Makassar dapat semakin berkembang dan diterapkan dengan baik di lingkungan pendidikan.

Terpisah, pihak Penerbit Yudhistira Ghalia Indonesia menyampaikan bahwa hal itu telah menjadi misi utama penerbit Yudhistira untuk banyak menerbitkan buku muatan lokal bahasa daerah, termasuk buku Bahasa dan Budaya Makassar

Ini dalam upaya membantu mencegah kepunahan bahasa daerah yang merupakan aset budaya tak benda yang merekam kearifan lokal, khazanah pengetahuan dan kebudayaan, serta kekayaan batin penuturnya.

“Tentu saja untuk menghasilkan buku muatan lokal bahasa daerah yang representatif kami harus melibatkan banyak pemerhati dan praktisi pendidikan dari daerah terkait, seperti Prof Kembong dan Bu Ilma,” ungkap Manejemen Yudhistira dalam rilis tertulisnya.

BACA JUGA:  Dr Mulyadi Pimpin Rombongan ISNU Sulsel Hadiri Kongres ISNU III di Balikpapan

“Kami juga menyetarakan buku muatan lokal bahasa daerah dengan buku-buku teks nasional kami lainnya, tidak menganaktirikan buku muatan lokal, artinya kualitas (fisik dan materi) serta perangkat buku setara dengan buku teks nasional dengan fitur-fitur seperti:
1. Full color, kaya ilustrasi yang menarik
Sesuai tingkat keterbacaan siswa
2. Model pembelajaran yang menggunakan kegiatan dan/atau proyek sebagai sarana pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran
3. Kegiatan berbahasa mendengar (menyimak), membaca, berbicara, dan menulis
4. Tugas HOTS (higher order thinking skill)
5. Kegiatan belajar dijiwai Profil Pelajar Pancasila
6. Model soal latihan yang beragam, mencakup PG, PGK, Menjodohkan, Isian dan Uraian
7. Dilengkapi pengayaan pembelajaran (konten digital) dalam Kode QR, perangkat pembelajaran ATP, Modul, dan kunci jawaban
8. Dilengkapi Y-Book (Yudhistira Book) sebagai aplikasi yang sangat membantu guru bahasa daerah dalam pembelajaran di kelas

Betapa pentingnya buku ini bagi kami, sehingga peluncuran buku harus juga melibatkan pemerhati, praktisi, akademisi dan pelaku pendidikan di kota Makassar, dalam acara Sosialisasi Buku Bahasa dan Budaya Makassar, di Gedung Phinisi, Universitas Negeri Makassar, dihadiri hampir 450 peserta yang sangat antusias.