“Yang ketiga adalah tantangan penerapan nilai-nilai baru di universitas ini. Kita harus memiliki karakteristik nilai yang menjadi basis dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, manajemen, dalam perilaku dan budaya seluruh civitas academica, baik itu mahasiswa, tenaga pendidikan, dan seluruhnya harus terus menerus mengembangkan nilai-nilai budaya yang berbasis kepada nilai-nilai Islam yang menjadi dasar pengembangan Unswa, Nilai-nilai ‘nggusuwaru’, (segi delapan), nilai ‘maja labo dahu’ (malu dan takut), yang merupakan nilai-nilai yang unggul dalam budaya Bima harus dikembangkan sebagai basis pengembangan institusi ini,” tegas Hamdan.
Tantangan yang terakhir, kata Hamdan, adalah teknologi informasi. Kita harus melakukan transformasi seluruh aspek dalam pendidikan, tata kelola dalam bidang teknologi informasi. Termasuk dalam tata kelola keuangan, manajemen, hubungan mahasiswa, dan lain sebagainya harus dimanfaatkan sedemikian rupa dengan teknologi informasi yang berkembang saat ini.
“Saya memiliki keyakinan yang sungguh-sungguh, kakak saya Rektor Unswa Prof.Dr.Ahmad Thib Raya yang memiliki pengalaman yang sangat luas di bidang pendidikan akan bisa membawa Unswa jauh lebih baik. Tetapi saya perlu ingatkan kepada seluruh civitas academica, tidak mungkin rektor berjalan sendiri. Tidak mungkin kita hanya mengharapkan kepada rektor, tetapi kita harus bekerja sama dengan seluruh, tenaga dosen, tenaga kependidikan, termasuk mahasiswa harus memiliki cita-cita dan pondasi yang sama dalam pengembangan universitas ini,” ungkap Hamdan kemudian menambahkan, Rektor belum sepenuhnya ada di Bima setiap hari karena ada tugas-tugas negara yang lain, yang harus dilaksanakan, saya minta betul, wakil rektor, para dekan, bekerja secara bersama-sama dengan inspirasi rektor. (MDA).












