Namun ketika dia tergelincir ke jalur yang tidak disukai (Al Maghdhub) karena melakukan maksiat selama dia masih berada di kawasan jalan tol (tetap berada dalam keIslaman), maka bersegeralah bertobat dengan sungguh-sungguh dan kembali lagi ke jalur lurus.
“Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus”.[3:51]
Tahapan proyek Jalan tol menuju surga (JTMS) yang telah kita bangun di masa kehidupan seorang manusia , bukan sekedar berhenti di masa pembangunannya saja setelah selesai dibangun.
Sejatinya JTMS yang telah terbangun kita gunakan untuk perjalanan kita menuju kehidupan hakiki mencapai Ridho Ilahi.
Saat Groundbreaking (peletakan batu pertama) proyek JTMS, kita ikrarkan Syahadat untuk mempertegas Visi dan Misi kita, kemudian berjalan dalam kehidupan ini dengan istiqomah sebagai jalan lurus untuk menuju kepada kepada Allah. Wallahu A’lam Bishowab
Dikutip dari Buku Membangun Jalan Tol Menuju Surga Karya Aslam Katutu












