MASA TRANSFER, AKHIR SEBUAH KEHIDUPAN

Saya rasa ada yang salah. Oleh karena kita tidak bisa memilih tempat kita lahir, saya rasa ini tidak adil. Jadi harus ada satu sistem yang dapat menyelesaikan masalah ini.

Perlu dan sangat perlu. Saat itu saya memulai membaca Al quran dalam bahasa Jepang. Di dalam Al quran semua telah tertulis bahwa semuanya tidak hanya berakhir di dunia karena ada kehidupan setelah mati (Surat AL Mu’min ayat 39).

Oleh karena lahir di Jepang atau di Bangladesh bukanlah faktor penting. Tapi yang penting adalah Apa yang kita perbuat? Itulah yang akan menentukan kita apakah akan berakhir di surga atau neraka. Dengan adanya sistem ini (kehidupan setelah mati) di situ ada keadilan yang sebenarnya……”

Setiap Bernyawa Pasti Mati

PPJT yang telah ditentukan masanya dimana kedua pihak mengetahui secara jelas kapan berakhir kontraknya, sedangkan masa PPKM adalah mutlak semata-mata berdasarkan kehendak Allah, merupakan sesuatu yang pasti.
Begitu tiba ajal seseorang tidak dapat mengelak, tidak dapat memundurkan dan memajukan waktunya sesaatpun.
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. “ [3:185]

BACA JUGA:  Seminar Parenting di SDN Layang IV/72 Makassar

Kematian itu adalah proses terpisah jasad dan roh. Prosesnya ada yang mudah seperti menarik sehelai rambut di dalam tepung, dan ada juga yang sulit bagai melepas kulit dari tubuh. Semua tergantung dari amal perbuatan masing-masing manusia selama menjalani kehidupan ini.

Ingat Filosofis kematian :
• Kematian pasti datang
• Manusia tidak dapat menghindari kematian
• Kematian datang tiba-tiba dan tidak bisa ditunda
• Manusia tidak tahu kapan ajalnya tiba.
Memahami filosofis kematian ini, maka siapapun dari kita senantiasa mengingat kematian, dan orang yang cerdas adalah orang yang selalu ingat mati.

Rasulullah pun selalu mengingatkan kepada ummatnya agar perbanyak mengingat pemutus kenikmatan maksudnya adalah maut.

Jika saat kematian maka matilah dengan indah. Kita diberi pilihan mati dengan cara yang baik atau cara buruk. Mati yang indah menurut Islam yaitu mati dalam keadaan muslim, berada dalam jalan yang lurus menuju surga. Sebagaimana Nabi Ibrahim As mewasiatkan kepada anak-anaknya yang diabadikan di dalam Al quran :, “ Dan Ibrahim mewasiatkan (ucapan) itu kepada anak-anaknya, Demikian pula Ya’kub, “ Wahai anak-anakku, Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini untuk kalian, maka janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan Muslim,” (Qs. Al Baqarah 2: 132)
Manusia yang beruntung adalah manusia yang berhasil membangunkan dirinya jalan yang lurus (shiratal mustaqim) sebuah jalan tol menuju surga (The highway to The heaven) dan senantiasa istiqomah melewati jalan lurus dan tidak berpaling ke jalan yang tidak dimurkai (Al Dhall).