Gugurnya Sang Juru Bicara Brigade Al-Qassam Abu Ubaidah

Abu Ubaidah
Hudzaifah Samir Al-Kahlout atau Abu Ubaidah

NusantaraInsight, Gaza — Sebuah kabar duka dari kelompok perlawanan di Gaza Palestina, Brigade Al-Qassam Hamas. Mereka mengumumkan bahwa Abu Ubaidah, sang juru bicara yang menggetarkan musuh selama hampir dua dekade, telah gugur sebagai syahid.

Abu Ubaidah sendiri memiliki nama asli Hudzaifah Samir Al-Kahlout, yang dikenal dengan kuniyah Abu Ibrahim.

Ia menjabat sebagai Kepala Media Militer dan Juru Bicara Kataib Al-Qassam, wajah di balik topeng yang menjadi simbol perlawanan Palestina.

Pengumuman ini menandai pertama kalinya Hamas secara resmi mengkonfirmasi identitas asli Abu Ubaidah, setelah ia bertugas tanpa pernah mengungkapkan wajah aslinya.

Bersamanya, turut syahid pula istrinya Israa Ghassan Jabr, putri-putrinya Layan dan Minat Allah, serta putranya Yaman Al-Kahlout dalam serangan udara Israel di Kota Gaza pada bulan Agustus, lalu.

Selain Abu Ubaidah, juru bicara baru Brigade Al-Qassam juga mengumumkan kesyahidan sejumlah pemimpin senior lainnya, yakni, Muhammad Sinwar, adik dari mendiang Yahya Sinwar, yang menjabat sebagai Kepala Staf Kataib Al-Qassam, gugur pada bulan Mei.

BACA JUGA:  Disdik Sulsel Minta ASN/Non ASN Buat Laporan WFA

Syekh Raed Saad yang memimpin Departemen Produksi Militer, Hakam Al-Issa sebagai Kepala Senjata Pendukung dan Layanan Tempur, serta Muhammad Shabana selaku Komandan Brigade Rafah, semuanya telah menyusul para syuhada sebelumnya.

Pengumuman ini menegaskan bahwa meskipun Israel berhasil membunuh para pemimpin, perlawanan tetap berdiri tegak dengan kepemimpinan baru yang siap melanjutkan perjuangan.

Di sisi lain, Izzat Al-Rishq, pejabat senior Hamas, menyatakan bahwa ini adalah momen bersejarah yang ditunggu-tunggu untuk membentuk front global melawan proyek Zionis.

Rakyat Palestina telah bersatu dengan perlawanan dan memenangkan pertempuran kesadaran di mata dunia. Tidak akan ada nakba lagi setelah ini.

Palestina hari ini tidak lagi meminta belas kasihan dunia, tetapi memaksakan penghormatan terhadap haknya atas kebebasan. Darah para syuhada yang tertumpah di bumi Gaza menjadi hujjah dan bukti bagi seluruh dunia.

Selain itu, syahidnya para pejuang Hamas, tidak menyurutkan tekad Gerakan Perlawanan Rakyat Palestina melalui sayap militernya, Brigade Nasser Salahuddin.

Mereka menyampaikan duka mendalam atas gugurnya para pemimpin Al-Qassam. Mereka menegaskan kebenaran jalan yang dipilih para syuhada sebagai pengorbanan demi agama dan rakyat.

BACA JUGA:  Ribuan Massa GERASS Tuntut Adili Jokowi

Pembunuhan para pemimpin tidak akan pernah menghalangi kelanjutan jihad dan perlawanan. Mereka bersumpah tidak akan meninggalkan senjata sampai tetes darah terakhir dan berjanji tetap setia kepada para syuhada serta pemimpin-pemimpin besar rakyat Palestina.