Almarhum mengajar bahasa Arab sejak 1946, bahasa Inggris di MTsAIN 1965, selanjutnya di MAN dan SMAN 1 Bima, Bahasa Jerman di SMAN 1 Bima 1979 hingga pensiun 1992.
Selama hidupnya, almarhum KH Muhammad Hasan, B.A. banyak mendirikan sekolah Islam, yakni Madrasah Ibtidaiyah Daha Kecamatan Hu/u Kabupaten Dompu (1961), Madrasah Diniyah Suntu Bima (1968), Pendiri dan Ketua Yayasan Para Muallim (1989), Pimpin Pondok Pesantren Al Mukhlisshin Parado (2000), membuka MTs dan AM Al Mukhlisshin (2002), dan sejak 1989 sudah mendirikan 6 masjid dan 3 musala.
Almarhum juga pernah menerima penghargaan Piagam Pembina Penataran Kabupaten Bima (1981), Ujian Dinas Tingkat II Provinsi NTB (1988), Sertifikat Orientasi Manajemen Kepala MA Tingkat Provinsi NTB (2005), Handayani Award Provinsi NTB (2008), dan penghargaan dari Perguruan Taman Siswa Kabupaten Bima (2011).
Penghargaan lain diperoleh dari Dinas Pertanian sebagai rumah dengan penataan pekarangan terbaik Kabupaten Bima dan Provinsi NTB (1963 dan 1964), Diklat Kependudukan Guru-Guru Aliyah Provinsi NTB (1980).
Jenazah almarhum kemungkinan akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kecamatan Parado, berdekatan dengan makam istrinya Hj Zainab H.Yakub.
Anak-anak almarhum yang di Jakarta, Prof.Dr.Thib Ahmad Thib Raya, M.A./istrinya, Prof.Dr.Hj Siti Musdah Mulia, M.A., Dr.H.Hamdan Zoelva, S.H.,M.H. dan Nyonya, serta Drs.H.Mahmud Fauzy dan istri hari ini terbang menuju Bima.
Almarhum dikenal sosok ulama yang karismatik dan menjadi tempat banyak orang untuk meminta petunjuk dan bimbingannya melalui doa jika menghadapi berbagai masalah dalam kehidupan sehari-hari.
Beliau dijuluki sebagai Guru, Tabib, dan Misteri Jin, yang tertuang melalui buku Biografi yang ditulis keponakannya M.Dahlan Abubakar pada tahun 2012.
K.H.Muhammad Hasan, B.A., meninggalkan delapan anak, masing-masing: Hj.Zainab, B.A., Prof.Dr.H.Ahmad Thib Raya, M.A., Drs.H.Mahmud Fauzy, Bc.Hk, Dr.Hamidsyukrie ZM, M.Hum, Prof Dr.H.Hamdan Zoelva, S.H.,M.H., Abd.Rahman, S.Sos, Hamidatul Alifah, S.Ag., Fathurrahman ZM, SHI, dan puluhan cucu dan cicit. (mda).












