Oleh sebab itu, sangat berharap konferensi yang akan digelar oleh Persekutuan Pemuda Gereja Toraja dapat melahirkan gagasan dan rekomendasi konkret untuk memperkuat peran pemuda dalam pembangunan kota.
“Melalui kolaborasi seperti ini, saya yakin kita bisa bersama-sama mewujudkan cita-cita besar Makassar sebagai kota yang maju, inklusif, dan berkarakter,” kata Munafri menutup pertemuan.
Sementara itu, perwakilan panitia konferensi menyampaikan apresiasi atas dukungan dan sambutan hangat dari Wali Kota. Mereka berharap, sinergi antara Pemerintah Kota Makassar dan komunitas gereja dapat terus diperkuat, khususnya dalam pengembangan kegiatan pemuda dan pelayanan masyarakat di berbagai sektor.
Konferensi XXIV Persekutuan Pemuda Gereja Toraja (PPGT) Klasis Makassar Tengah dan Konferensi V Klasis Makassar dijadwalkan menjadi ajang konsolidasi dan pembinaan bagi pemuda gereja.
Sekaligus wadah untuk memperkuat semangat kebersamaan lintas generasi dan lintas sektor dalam membangun kehidupan sosial di Kota Makassar.
Sedangkan, pengurus Persekutuan Pemuda Gereja Toraja Kota Makassar melakukan audiensi dengan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Balai Kota, sebagai bentuk silaturahmi sekaligus menyampaikan dukungan terhadap berbagai program Pemerintah Kota Makassar.
Audiensi tersebut dipimpin langsung oleh Pendeta Elliyaser Palondongan, selaku Pendeta Tugas Khusus untuk Generasi Muda di Kota Makassar.
Dalam pertemuan itu, Elliyaser menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Wali Kota yang dinilai berhasil mengayomi seluruh lapisan masyarakat tanpa membeda-bedakan suku, agama, maupun ras.
“Kami hadir mensupport pemerintah ini karena kami melihat kinerjanya luar biasa, mengayomi seluruh masyarakat di Kota Makassar. Karena itu kami datang untuk bersinergi, bagaimana menjaga kondisi dan situasi kota ini agar tetap aman dan harmonis,” ujar Pendeta Elliyaser.
Sebagai Pendeta Tugas Khsus untuk Generasi Muda di Kota Makassar, Pendeta Elliyaser Palondongan menyampaikan, berbagai program kerja dari kalangan pemuda gereja siap disinergikan dengan Pemkot Makassar.
Di antaranya, kegiatan bakti sosial setiap minggu di sekitar rumah ibadah, baik gereja maupun masjid, sebagai wujud nyata kerukunan dan gotong royong antarumat.
“Kami juga punya program penanaman pohon di sekitar kota untuk mendukung gerakan lingkungan dan urban farming yang dicanangkan Pemkot Makassar,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, para pengurus pemuda juga memohon restu Wali Kota atas pelaksanaan kegiatan besar yang melibatkan tiga klasis, yaitu Makassar, Makassar Timur, dan Makassar Tengah, yang akan dilaksanakan dalam waktu berdekatan.












