Social Learning Besutan Google Diklaim Berguna untuk Aktivitas Belajar Mengajar

Google
Google

NusantaraInsight,Jakarta — Google kembali merilis sebuah fitur yang diklaim sangat berguna bagi aktivitas belajar mengajar di sekolah dan dapat dipercaya sangat berguna untuk rapat.

fitur besutan Google ini berbasis artificial intelligence atau AI dan dinamakan Social Learning.

BACA JUGA:  TikTok akan Diblokir, ini Penggantinya

Dikutip dari Gizmochina, Selasa, 12 Maret 2024, fitur social learning Google mampu untuk berkolaborasi antar pengguna, namun tetap menghargai atau memiliki privasi.

Untuk kerangka kerja yang dibagikan melalui fitur ini, tetap bisa diamankan walaupun masing-masing pengguna berada di satu file.

Fitur social learning Google ini mengandalkan kecerdasan buatan untuk pengoperasiannya. Sistem ini mampu untuk melakukan interaksi bahasa alami dan berbagi pengetahuan untuk meningkatkan kinerja dalam pelbagai tugas.

BACA JUGA:  Perhatian! Ini Daftar HP Tak Bisa WhatsApp Mulai 1 Januari 2025

Bagaimana Cara Kerja Social Learning Google?

Melalui social learning Google, antar pengguna akan memiliki kerangka dan model yang bisa berbagi data dan file.

Ini digambarkan seperti seorang guru bisa memberikan pengetahuan kepada siswa tanpa secara langsung membagikan data sensitif atau pribadi. Proteksi Google selalu aktif untuk keamanan data.

Kondisi seperti ini sangat mendukung supaya terhindari dari malware dan tindakan sensitif akibat aktivitas kejahatan siber, sehingga memastikan perlindungan privasi sekaligus memfasilitasi pembelajaran yang efektif.

BACA JUGA:  Harga iPhone 14 Turun Drastis di Indonesia

Dalam kerangka kerja ini, siswa belajar dari beberapa model guru yang masing-masingnya mahir dalam tugas tertentu, seperti deteksi spam, menyelesaikan soal matematika, atau menjawab pertanyaan berdasarkan teks.

Selain itu, model guru juga dapat mensintesis contoh-contoh baru atau menghasilkan instruksi untuk tugas-tugas, sehingga lebih meningkatkan proses pembelajaran.

Lebih lanjut, eksperimen telah menunjukkan kemanjuran fitur social learning dalam meningkatkan kinerja siswa untuk berbagai tugas. Contoh sintetik yang dihasilkan oleh sistem itu telah membawa efektivitas yang sebanding dengan data asli, sekaligus mengurangi risiko privasi secara signifikan.

Demikian pula dengan instruksi yang dihasilkan oleh fitur ini, telah terbukti meningkatkan kinerja siswa dan menunjukkan kemampuan adaptasi model bahasa dalam mengikuti instruksi.

Selanjutnya, para peneliti ingin lebih menyempurnakan kerangka social learning dan mengeksplorasi penerapannya di berbagai tugas dan kumpulan data. (*/Tempo.co)