News  

Prof Andis, Dr Azis Nojeng dan Prof Munirah Isi Pimpinan HISKI Sulsel

Makassar, NusantaraInsight — Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Prof Dr H Andi Sukri Syamsuri, MHum, resmi dilantik sebagai Ketua Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI) Komisariat Sulawesi Selatan. Akademisi yang akrab disapa Prof Andis itu dilantik di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Senin (26/10/2026).

Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum HISKI Pusat, Prof Dr Novi Anoegrajekti, MHum. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pelantikan sejumlah pengurus komisariat HISKI dari berbagai daerah dan perguruan tinggi di Indonesia.
Dalam kepengurusan HISKI Sulsel, Prof Andis didampingi dosen Universitas Negeri Makassar (UNM), Dr Azis Nojeng, sebagai sekretaris.

Sementara posisi bendahara dipercayakan kepada Guru Besar Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Dr Munirah Hasyim, MHum.

Sejumlah akademisi turut hadir dalam pelantikan tersebut, di antaranya Prof Dr Munirah, Dr Besse Darmawati, Dr Muh Akhir, Dr Hasriani Sheria, Dr Hj Andi Hasrianti, Dr H Syahruddin, Dr Ririn Sabriadi, Dr Haslindah, dan Dr Maria Ulva.

Hadir pula pembina HISKI Sulsel, Prof Dr A Takko Bandung, MHum, bersama sejumlah pengurus lainnya.

BACA JUGA:  Ketua PC IKA PMII Maros Desak Satgas PKH Tindak Tambang Ilegal

Prof Andis Diharapkan Perkuat Kajian Sastra Sulsel

Kepemimpinan Prof Andis di HISKI Sulsel diharapkan mampu memperkuat kolaborasi akademisi, peneliti, sastrawan, dan pemerhati kebudayaan dalam mengembangkan kajian kesusastraan.

Sulawesi Selatan memiliki kekayaan tradisi sastra yang berkembang dalam berbagai bahasa dan kebudayaan lokal, termasuk Bugis, Makassar, Mandar, dan Toraja.

Potensi tersebut menjadi ruang pengembangan penelitian, publikasi ilmiah, hingga kegiatan pelestarian sastra daerah.

Keterlibatan akademisi dari Unismuh Makassar, UNM, Unhas, dan sejumlah perguruan tinggi lainnya juga diharapkan memperluas kerja sama lintas kampus.

Melalui kepengurusan baru, HISKI Sulsel berpeluang memperkuat penelitian sastra daerah sekaligus mendorong pengenalan karya sastra Sulawesi Selatan di tingkat nasional dan internasional.

Ketua HISKI Pusat Soroti Tantangan Sastra di Era Digital

Ketua Umum HISKI Pusat, Prof Novi Anoegrajekti, dalam arahannya menekankan pentingnya penguatan organisasi kesusastraan di tengah perkembangan zaman.

Menurutnya, kajian sastra memiliki keterkaitan erat dengan dinamika kebudayaan dan kehidupan masyarakat.

Karena itu, penelitian kesusastraan perlu terus dikembangkan dengan memperhatikan kekayaan budaya lokal dan perubahan sosial.

BACA JUGA:  Berdayakan UMKM, Rumah Zakat Sulsel Tebar Kebaikan Lewat Sarapan Gratis

Prof Novi juga mendorong penguatan riset sastra berbasis kearifan lokal serta perluasan kontribusi akademisi kepada masyarakat.

Penguatan komisariat HISKI di berbagai daerah diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi dalam penelitian, pendidikan, publikasi ilmiah, dan pelestarian karya sastra Nusantara.

Di sisi lain, perkembangan teknologi digital dinilai membuka peluang baru bagi pengembangan kesusastraan, terutama dalam pendokumentasian tradisi lisan, penerbitan karya, serta penyebarluasan sastra daerah kepada generasi muda.

Kepengurusan HISKI Sulsel yang dipimpin Prof Andis diharapkan dapat memanfaatkan peluang tersebut melalui seminar, diskusi ilmiah, penelitian bersama, dan kerja sama dengan lembaga pendidikan maupun kebudayaan.

HISKI Sulsel tidak hanya menjadi wadah pengembangan keilmuan, tetapi juga dapat berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan warisan sastra dan kebudayaan masyarakat Sulawesi Selatan.***