UNTUK APA PUISI

_Karya : Asia Ramli Prapanca_

Untuk apa puisi

Jika hanya untuk memuji tanah kelahiran Tanpa ikut membantu pembangunan mesjid, sekolah TK Dan menikahi janda-janda

Untuk apa puisi

Jika hanya untuk Memuji penguasa Yang secara terang-terangan Merampok uang negara Untuk masa depan keluarga

Untuk apa puisi

Jika hanya untuk berkumpul Bercerita ngalor ngidul Menghabiskan kopi Berjam-jam Lupa memeluk kasih cinta anak-istri di rumah

Untuk apa puisi

Jika nafas di luar dugaan Berhembus di kamar yang penuh dengan air laut

Dan ombak bertalu-talu menghempas dada Awan hitam menggelantung Badai memuntahkan kata-kata Kata-kata yang bukan puisi Tapi serupa jiwa ombak

Makassar, 10 Februari 2026

Sumber :
_Dari buku antologi puisi *Selayar Berlayar*_

BACA JUGA:  Pentingnya Olah Seni Usia Dini