Makassar, NusantaraInsight — Sebelum penutupan, Pimpinan BAZNAS-RI memberikan penghargaan kepada 100 penggerak zakat dari berbagai kategori. Di antaranya, lima walikota pendukung zakat terbaik, masing masing Makassar, Surabaya, Bandung, Tangerang Selatan, dan Batam. Mereka dinilai telah berkontribusi dalam memperkuat ekosistem zakat nasional.
Penghargaan kepada Walikota Makassar, yang diterima langsung Munafri Arifuddin, hakikatnya adalah validasi sosial. Sebab, keberhasilan orang nomor satu di Ibukota Sulawesi Selatan menorehkan tinta emas di kancah nasional dengan memboyong penghargaan bergengsi, BAZNAS Award 2026 mengirimkan pesan kuat akan pentingnya evolusi kepemimpinan modern, dengan titik tekannya pada empati, dan kolaborasi.
Sejak penghargaan nasional diumumkan, Kamis, 15 Oktober kemarin, gelombang apresiasi tak henti-hentinya mengalir ke walikota bertitel Sarjana Hukum tersebut. Berbagai elemen masyarakat dan lembaga terkait menyambut baik pernghargaan kepada suami dari Hj. Melinda Aksa, yang diunggah melalui berbagai platform media, baik WA grup, Instagram, hingga online.
Ucapan penghargaan tersebut misalnya dari BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, Satuan Polisi Pamong Praja (SATPOL) PP Kota Makassar, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Makassar, Dinas Perhubungan Kota Makassar, BAZNAS Kota Makassar, dan Bagian Kesra Kota Makassar. Ada pula dari Dewan Pengurus Daerah Wahdah Islamiyah Makassar, DPD KNPI Kota Makassar, Forum Kerukunan Ummat Beragama (FKUB) Kota Makassar, serta Perumda Parkir.
Penghargaan ini juga sebagai bentuk pengakuan atas komitmen tinggi, inovasi, serta konsistensi Pemerintah Kota Makassar dalam mendukung penguatan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) bersama BAZNAS Kota Makassar. “Di bawah kepemimpinan Bapak Munafri Arifuddin, sinergi antara pemerintah kota dan BAZNAS dirasakan semakin masif, terutama dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem dan program-program keumatan yang tepat sasaran,” ujar Ketua BAZNAS Makassar, H. Usman Sofian.
Uso–sapaan akrabnya mengakui, saat menyaksikan walikota tampil menerima penghargaan bergengsi tersebut, bersama empat rekannya sesama pimpinan BAZNAS periode 2026-2031 masing masing H. Yusran Sofyan, SE,S.Kom, M.Si, Dr. Abdul Azis Ilyas, S.Ag, MH, H. Ahyar, S.Pd. M.Pd, dan Prof. Dr. Yusriani, S.KM, M.Kes, sangat sumringah.
“Inilah panggung yang disaksikan publik pada ajang BAZNAS Award 2026, di mana Bapak Munafri Arifuddin secara resmi dinobatkan sebagai “Walikota Pendukung Zakat Terbaik” tahun 2026. Tentunya sebagai pimpinan BAZNAS, kami sangat bangga,” demikian Uso.
Di bagian lain ia mengemukakan, Walikota Makassar selain sebagai pemimpin yang visioner, sekaligus mampu melihat bahwa APBD memiliki keterbatasan, dan di situlah zakat hadir sebagai kekuatan pelengkap yang maha dahsyat. Walikota juga aktif mendorong agar program-program BAZNAS beririsan langsung dengan program prioritas kota, seperti pengentasan kemiskinan ekstrem, penanganan anak putus sekolah, hingga pemberdayaan UMKM melalui dana umat.
“Jadi Bapak Walikota Makassar itu selalu melihat bahwa, zakat itu sendiri adalah instrumen keadilan sosial dalam Islam yang jika dikelola dengan baik, mampu meredistribusi kekayaan dan meredam ketimpangan. Ketika seorang kepala walikota menempatkan dirinya sebagai motor penggerak zakat, maka ia sedang membangun sistem jaring pengaman sosial yang bersumber dari kesadaran spiritual warganya sendiri,” urainya seraya menambahkan, Visi BAZNAS Kota Makassar 2026-2031 yaitu “Mewujudkan Tata Kelola Zakat Yang Amanah, Profesional, Inklusif dan Berdampak”. Visi BAZNAS Makassar ini relevan dengan visi Pemerintah Kota Makassar yakni “Makassar Unggul, Inklusif, Aman dan Berkelanjutan”.












