Brebes, NusantaraInsight — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar melakukan kunjungan kerja ke BAZNAS Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Senin (12/10/2026), untuk mempelajari praktik baik pengelolaan zakat serta layanan kesehatan berbasis Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), khususnya Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Brebes.
Kunjungan dipimpin Ketua BAZNAS Kota Makassar Dr. H. Usman Sofian, M.Pd.I, didampingi Wakil Ketua I H. Yusran Sofian, SE, S.Kom, M.Si; Wakil Ketua II Dr. Abdul Azis Ilyas, S.Ag, MH; Wakil Ketua III H. Ahyar Amnur, S.Pd, M.Pd; dan Wakil Ketua IV Prof. Dr. Yusriani, S.KM, M.Kes.
Mereka diterima Ketua BAZNAS Brebes Mahadi, M.Pd, bersama Wakil Ketua I Nuursidik, S.Pd; Wakil Ketua II Ahymad Munsip, M.Pd; Wakil Ketua III M. Asep Aonillah, S.Ag; dan Wakil Ketua IV Mujib Shodiq Sukhaimi.
Dalam misi yang dinamai MULIA atau “Merajut Asa melalui Apa yang Dinamai Diplomasi Kemanusiaan”, BAZNAS Makassar menilai RSB Brebes sebagai tolok ukur layanan kesehatan gratis bagi masyarakat kurang mampu. RSB Brebes bahkan meraih penghargaan BAZNAS Award 2025 sebagai Rumah Sehat BAZNAS Terbaik.
Fokus Diskusi
Pertemuan membahas sejumlah agenda strategis, antara lain optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ), program Makassar Sejahtera, penanganan stunting, serta strategi pendistribusian ZIS yang tepat sasaran.
Kedua lembaga juga menyoroti tata kelola RSB Brebes, mulai dari manajemen, sinergi dengan pemerintah daerah, hingga pendekatan jemput bola bagi mustahik. RSB Brebes dikenal memberikan layanan kesehatan gratis, penanganan stunting yang progresif, serta pendekatan promotif dan preventif bagi masyarakat prasejahtera.
Wakil Ketua III BAZNAS Kota Makassar, H. Ahyar Amnur, mengatakan RSB Brebes telah lama menjadi rujukan keberhasilan pengelolaan layanan kesehatan berbasis zakat.
“Kami datang untuk belajar, sekaligus merentangkan tangan untuk berbagi. Persoalan kemanusiaan adalah simfoni yang hanya bisa dimainkan jika di antara BAZNAS bersatu padu,” ujarnya.
Model RSB Brebes
Ahyar menjelaskan, RSB Brebes semula dikelola Pemerintah Kabupaten Brebes. Setelah memperoleh tanah hibah seluas sekitar 4.000 hingga 5.000 meter persegi, pembangunan RSB memperoleh dukungan BAZNAS RI sebesar Rp1,8 miliar.
Menurutnya, Rp1,3 miliar digunakan untuk pembangunan fisik bangunan, sementara Rp500 juta dialokasikan sebagai dana operasional selama dua tahun.
“Setelah berdiri pada 2022, RSB Brebes kini telah mandiri dan pasiennya banyak,” kata alumni Universitas Negeri Makassar itu.
Data BAZNAS menunjukkan RSB Brebes resmi diresmikan pada 22 November 2022 dan dirancang sebagai fasilitas layanan kesehatan gratis bagi dhuafa. RSB juga menjadi bagian program BAZNAS yang mencakup layanan kuratif, preventif, rehabilitatif, promotif, dan advokatif.
Diplomasi Kemanusiaan
Kunjungan ini disebut sebagai bentuk diplomasi kemanusiaan antardaerah, bukan sekadar transfer ilmu. BAZNAS Makassar berupaya menyamakan frekuensi, berbagi inovasi penghimpunan dana, dan merumuskan strategi distribusi zakat yang lebih berdampak.
Nilai Makassar Sipakatau, Sipakainge, Sipakalebbi—saling memanusiakan, saling mengingatkan, dan saling menghormati—dipadukan dengan keramahan masyarakat Brebes dalam pertemuan tersebut.
“Urusan kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah. Dari Makassar hingga Brebes, pengelola zakat bergerak dalam frekuensi yang sama, yaitu menghadirkan negara dan agama di tengah kaum dhuafa,” kata Ahyar.
Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr. H. Usman Sofian, menegaskan kunjungan ini sejalan dengan visi BAZNAS Kota Makassar 2026–2031, yaitu mewujudkan tata kelola zakat yang amanah, profesional, inklusif, dan berdampak.












