Pesan tersebut diutarakan Gubernur Zainal saat menghadiri Sidang Terbuka Wisuda Ke-IV Politeknik Negeri Nunukan Tahun 2026 di Lantai 3 Gedung Laboratorium Terpadu Politeknik Negeri Nunukan, Selasa (13/10).

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan orasi ilmiah bertema “Sinergi Pendidikan Vokasi dan Transformasi Daerah: Mewujudkan Output Lulusan Unggul, Berdaya Saing, dan Berdampak Menuju Indonesia Emas.”

Gubernur Zainal mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Ia berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama menempuh pendidikan dapat menjadi bekal untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, daerah dan bangsa.

Menurutnya, cita-cita Indonesia Emas 2045 perlu didukung pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam menyiapkan tenaga kerja terampil, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha serta dunia industri (DUDI).

BACA JUGA:  Pokja I TP PKK Makassar Gelar Kajian Islam, Perkuat Pemahaman Ilmu dan Tajwid

“Kita tidak hanya membutuhkan orang yang kuat secara teori, tetapi juga tenaga terampil yang mampu bekerja, berinovasi, dan menyelesaikan persoalan di lapangan,” kata Zainal.

Ia menilai Politeknik Negeri Nunukan memiliki posisi strategis dalam menyiapkan SDM yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan pembangunan Kaltara, terutama di wilayah perbatasan yang memiliki peluang pengembangan ekonomi dan industri.

Zainal kemudian menyoroti peluang bagi lulusan sejumlah program studi. Lulusan Teknologi Hasil Perikanan, diharapkan mampu mengembangkan inovasi pengolahan hasil laut, terutama rumput laut yang menjadi salah satu komoditas unggulan Kabupaten Nunukan.

Melalui hilirisasi dan diversifikasi produk, komoditas perikanan diharapkan tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk bernilai tambah yang meningkatkan pendapatan petani dan nelayan.

Sementara itu, lulusan Teknik Alat Berat diharapkan mampu mengambil peluang dari pembangunan kawasan industri dan proyek strategis di Kaltara, termasuk Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI), Kawasan Industri Pelabuhan Indonesia (KIPI), serta pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

“Lulusan vokasi dari Nunukan harus berani mengambil peluang dan mengisi posisi strategis dalam pembangunan daerah, bukan hanya menjadi penonton,” tegasnya.

BACA JUGA:  Munafri Ungkap Visi Makassar Kota Inklusif di Podcast DetikSore

Untuk lulusan Teknik Sipil Infrastruktur Perkotaan, Zainal berharap kompetensi yang dimiliki dapat mendukung pembangunan infrastruktur, termasuk peningkatan konektivitas jalan di wilayah pedalaman dan perbatasan. Salah satunya melalui pembangunan ruas jalan Malinau–Krayan yang menjadi bagian dari upaya memperkuat aksesibilitas masyarakat.

Adapun lulusan Administrasi Bisnis diharapkan berkontribusi dalam memperkuat koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta mengembangkan perdagangan lintas batas dan ekonomi kreatif agar semakin berdaya saing.

Lebih jauh, Zainal menegaskan keberhasilan lulusan tidak hanya diukur dari capaian akademik dan keterampilan teknis, tetapi juga dari integritas, etos kerja, kedisiplinan, dan kemampuan menyelesaikan persoalan di lapangan.

Ia juga mendorong para lulusan agar tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi berani membangun usaha dan membuka peluang kerja bagi orang lain.

“Lulusan yang berdampak bukan hanya mereka yang mendapatkan pekerjaan, tetapi juga mereka yang berani menciptakan lapangan kerja dan memberikan solusi bagi masyarakat,” katanya.