Pangkep, NusantaraInsight — Pada tanggal 23 Juli 2026, telah dilaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) dari limbah rumah tangga di Kelurahan Segeri, Kec. Segeri, Kab. Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).
Ini sebagai salah satu program kerja Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) seperti disampaikan Mahasiswa Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin Fawza Parsa kepada media, Senin (3/8/2026).
Menurutnya, kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara memanfaatkan limbah organik, seperti kulit pisang dan limbah sayuran, menjadi pupuk organik cair yang bermanfaat bagi tanaman.
Selain mengurangi jumlah sampah organik, kegiatan ini juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di sekitar rumah sebagai alternatif pupuk yang lebih ramah lingkungan.
Materi yang disampaikan mengacu pada buku panduan pembuatan POC yang telah disusun sehingga peserta dapat memahami tahapan pembuatan dengan baik.
Pelatihan diawali dengan pemaparan mengenai pengertian, manfaat, serta kandungan unsur hara yang terdapat dalam pupuk organik cair. Selanjutnya peserta diperkenalkan dengan alat dan bahan yang digunakan, di antaranya kulit pisang, limbah sayuran, air kelapa, air cucian beras, larutan gula merah, EM4, dan bahan pendukung lainnya.
Setelah penyampaian materi, peserta mengikuti praktik secara langsung mulai dari mencacah bahan organik, membuat larutan fermentasi, mencampurkan seluruh bahan ke dalam wadah fermentasi, hingga menutup wadah dengan benar agar proses fermentasi berlangsung optimal.
Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan aktif bertanya dan ikut mempraktikkan setiap tahapan pembuatan pupuk organik cair.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif karena masyarakat tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pembuatan.
Peserta diberikan kesempatan untuk mencoba setiap tahapan sehingga lebih mudah memahami proses fermentasi dan cara penggunaan pupuk organik cair yang benar.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan mampu mengolah limbah rumah tangga menjadi produk yang memiliki nilai guna serta dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman.
Selain memberikan manfaat bagi tanaman, pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk cair juga menjadi salah satu langkah sederhana dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan pupuk kimia.
“Saya berharap pelatihan ini dapat menjadi bekal bagi masyarakat untuk memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik cair yang bermanfaat, sehingga lingkungan menjadi lebih bersih dan kebutuhan pupuk tanaman dapat dipenuhi dengan cara yang lebih ramah lingkungan,” ungkapnya.


br
br
br






br
br






br