Sejalan Program Wali Kota Appi, Disdik Makassar Hadirkan Ijazah SKB Lewat Pendidikan Kesetaraan ke Satgas Kebersihan

NusantaraInsight , Makassar — Pemerintah Kota Makassar, terus menunjukkan komitmennya dalam menjamin hak setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan, tanpa memandang usia, latar belakang, maupun kondisi sosial ekonomi.

Salah satu upaya nyata tersebut diwujudkan melalui penyerahan ijazah Program Pendidikan Kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C kepada warga belajar yang telah menyelesaikan pendidikannya melalui jalur nonformal.

 

Penyerahan ijazah dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Biringkanaya.

 

“Pendidikan adalah hak semua warga negara, tanpa batasan usia maupun latar belakang,” kata Achi, Sabtu (11/7/2026).

 

Dalam kesempatan itu, Achi juga menjelaskan bahwa Paket A merupakan pendidikan setara SD, Paket B setara SMP, sedangkan Paket C setara SMA.

 

Seluruh program tersebut memberikan ijazah resmi yang diakui negara sehingga dapat digunakan untuk melanjutkan pendidikan maupun memenuhi persyaratan dunia kerja.

 

Program tersebut diselenggarakan melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

 

SKB merupakan satuan pendidikan nonformal yang dikelola langsung oleh pemerintah melalui Dinas Pendidikan. Di Kota Makassar, SKB berada di bawah pembinaan Bidang PAUD dan Pendidikan Kesetaraan Dinas Pendidikan Kota Makassar.

BACA JUGA:  Kepala LLDIKTI IX : ADPERTISI Lahir dari Daerah Hingga Menasional

 

Sementara itu, PKBM merupakan lembaga pendidikan nonformal yang didirikan, dikelola, dan dikembangkan oleh masyarakat sebagai mitra pemerintah dalam memperluas akses layanan pendidikan.

 

Kedua lembaga tersebut melayani masyarakat yang belum sempat menyelesaikan pendidikan formal, seperti remaja putus sekolah, pekerja, hingga orang dewasa.

 

Proses pembelajaran dirancang lebih fleksibel sehingga memungkinkan peserta tetap bekerja sambil menempuh pendidikan.

 

“Selain pembelajaran akademik, peserta juga dibekali berbagai keterampilan yang dapat menunjang kehidupan dan dunia kerja,” terang Achi.

 

Disebutkan, pada kesempatan tersebut sebanyak 108 warga belajar SKB menerima ijazah pendidikan kesetaraan, mulai dari Paket A, Paket B hingga Paket C.

 

Para penerima berasal dari berbagai latar belakang, di antaranya personel Satgas drainase dari Dinas PU, Satgas Kebersihan, tenaga cleaning service di rumah sakit, serta masyarakat umum yang mengikuti program pendidikan kesetaraan.

 

Lanjut dia, yang paling membanggakan adalah semangat mereka untuk terus belajar. Warga belajar dari Satgas memiliki motivasi yang luar biasa.

BACA JUGA:  Fenomena Plt Kepala Sekolah, Mengapa Tidak Dilantik Jika Bersyarat ?

 

“Tidak mudah bagi seseorang untuk belajar sambil tetap bekerja, tetapi mereka mampu membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk mendapatkan pendidikan,” ungkapnya.

 

Achi menjelaskan, khusus dari Satgas tersebut terdapat 50 orang yang berhasil menyelesaikan Program Paket A atau pendidikan setara Sekolah Dasar (SD).

 

Menurutnya, keberhasilan tersebut bukan menjadi akhir, melainkan awal untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

 

“Antusiasme mereka sangat luar biasa. Setelah lulus Paket A, mereka akan melanjutkan pembelajaran ke Paket B. Kami ingin mereka terus melanjutkan hingga memperoleh ijazah yang lebih tinggi,” jelasnya.

 

Ia mengatakan, program pendidikan kesetaraan tidak hanya bertujuan memberikan ijazah, tetapi juga meningkatkan harkat, martabat, dan peluang hidup masyarakat.

 

Salah satu tujuan utamanya adalah mengangkat derajat, harkat, dan martabat mereka. Kalau sudah memiliki ijazah, tentu kesempatan mereka akan lebih terbuka.