NusantaraInsight, Makassar — Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, meninjau pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMP Negeri 8 Makassar, Jalan Batua Raya, Kecamatan Manggala, Rabu (18/6/2026). Kegiatan itu didampingi Kepala Bidang SMP, Andi Akhmad Muhajir.
Kunjungan dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan penerimaan peserta didik baru berjalan sesuai aturan, transparan, dan dapat diakses oleh masyarakat. Di ruang operator sekolah, Achi melihat langsung tampilan sistem SPMB Kota Makassar pada layar digital ukuran besar.
Pada layar tersebut terlihat daftar calon peserta didik yang mendaftar melalui jalur non domisili, yang meliputi jalur afirmasi, prestasi (akademik dan non-akademik), serta mutasi. Data disusun secara sistematis dan diperbarui berkala sesuai hasil verifikasi petugas sekolah.
Achi menegaskan keterbukaan informasi menjadi prinsip utama pelaksanaan SPMB tahun ini. “Semua proses bisa dipantau secara terbuka. Orang tua tidak perlu datang setiap saat ke sekolah karena perkembangan pendaftaran dapat dilihat langsung melalui sistem yang sudah kami siapkan,” ujarnya.
Menurut Achi, sistem daring memungkinkan masyarakat mengetahui posisi sementara calon peserta didik berdasarkan jalur pendaftaran yang dipilih. Langkah ini dimaksudkan untuk memastikan tidak ada informasi yang ditutupi selama proses penerimaan berlangsung. “Data ditampilkan secara real time sehingga semua orang memiliki akses informasi yang sama,” tambahnya.
Dalam peninjauan, Achi berdialog dengan operator dan petugas verifikator yang memeriksa kelengkapan berkas pendaftar. Petugas memverifikasi dokumen melalui komputer yang terhubung langsung dengan sistem SPMB. Layar utama menampilkan daftar peserta yang telah diverifikasi beserta peringkat sementara berdasarkan ketentuan jalur seleksi.
Melalui laman resmi SPMB Kota Makassar, masyarakat dapat mengakses informasi seperti jadwal pendaftaran, kuota sekolah, jumlah pendaftar, dan hasil seleksi sementara. Pada halaman hasil seleksi jalur prestasi akademik, sistem menampilkan daftar peringkat peserta secara terbuka sehingga dapat dipantau calon peserta didik dan orang tua.
Achi menegaskan sistem ini dirancang untuk meminimalkan potensi kecurangan dan praktik percaloan. “Tidak ada ruang untuk permainan karena sistem bekerja berdasarkan data yang masuk. Semua bisa dilihat dan diawasi bersama,” ucapnya.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak yang menjanjikan kelulusan atau kursi di sekolah tertentu. Seluruh proses seleksi dilakukan berdasarkan ketentuan dalam petunjuk teknis SPMB. “Kalau ada yang menjanjikan bisa meluluskan atau memasukkan siswa dengan cara tertentu, jangan dipercaya. Ikuti saja prosedur yang ada karena semuanya diproses melalui sistem,” tutur Achi.













