News  

Yayasan Butta Porea Indonesia Raih Penghargaan Mitra Kerja Lapas Sulsel di HUT Pemasyarakatan ke-62

NusantaraInsight, Makassar — Yayasan Butta Porea Indonesia menerima penghargaan sebagai Mitra Kerja Teladan dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Dirjenpas) Sulawesi Selatan.

Penghargaan ini diserahkan dalam acara Tasyakuran Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 di Kantor Kanwil Dirjenpas Sulsel, Jl. Sultan Alauddin No. 92, Makassar, pada Senin (27/4).

Penghargaan diberikan atas kontribusi nyata yayasan dalam mendukung tugas pemasyarakatan, khususnya kolaborasi produktif dengan Lapas Kelas I Makassar.

Fokus utama adalah program pembinaan berbasis ketahanan pangan dan lingkungan, seperti Integrated Urban Farming di Kebun Asimilasi dan Edukasi.

“Andi Pangerang, Ketua Yayasan Butta Porea Indonesia, menyatakan bahwa program ini melibatkan warga binaan secara aktif dalam produksi pangan, membangun kemandirian dan pola pikir berkelanjutan,” ujarnya usai acara.

Yayasan ini diinisiasi local hero dengan dukungan Fadly Padi Reborn sebagai Ketua Dewan Pembina sekaligus Staf Ahli Wali Kota Makassar. Dana CSR dari berbagai perusahaan dikelola untuk program urban farming dan pelestarian lingkungan.

Program Unggulan: Dari Urban Farming hingga Zero Waste

BACA JUGA:  Munafri–Aliyah Kompak Dampingi KSP Tinjau Dapur MBG di Makassar

Kolaborasi tersebut menghasilkan Integrated Urban Farming yang meningkatkan ketahanan pangan di Lapas. Warga binaan dilatih menanam dan memanen, sehingga mampu menghasilkan pangan sendiri.

Program juga meluas ke pengelolaan lingkungan melalui Zero Waste dan Environmental Hygiene. Sampah organik diolah jadi maggot untuk pupuk, sementara sampah plastik didaur ulang. Eco Enzyme dari fermentasi limbah organik digunakan sebagai pembersih alami di dapur, kamar mandi, dan saluran air.

Pendekatan ini menciptakan Lapas yang bersih, sehat, dan produktif, sekaligus mendidik warga binaan soal keberlanjutan.

Harapan ke Depan

Penghargaan ini diharapkan memperkuat sinergi antara lembaga pemasyarakatan dan mitra eksternal.

“Kami ingin Lapas Kelas I Makassar jadi percontohan nasional untuk inovasi berbasis lingkungan,” tambah Fadly Padi Reborn.

Acara tasyakuran dihadiri pejabat Dirjenpas Sulsel dan undangan, menekankan pentingnya kolaborasi untuk pembinaan warga binaan yang holistik.