News  

577 Jiwa Baru Lahir dari UKI Paulus

NusantaraInsight, Makassar — Cahaya matahari pagi Jumat, 27 Maret 2026, menyusup lembut melalui jendela-jendela Hotel Dalton, membalut ruangan senat terbuka dalam kilau emas yang hangat. Di panggung itu, Universitas Kristen Indonesia Paulus (UKI Paulus) melantik 577 wisudawan 399 sarjana dan sarjana terapan, 177 magister dalam Wisuda Sarjana ke-67 dan Magister ke-43. Udara penuh aroma kopi Sulawesi dan harapan, saat tepuk tangan bergemuruh seperti ombak Selat Makassar menyambut generasi baru.

Prof. Dr. Agus Salim, S.H., M.H., rektor yang tegas namun penuh visi, berdiri tegak di mimbar. Suaranya mengalir seperti sungai yang tenang tapi kuat.

“Kami cetak bukan sekadar gelar, tapi pejuang masa depan,” ujarnya

Fakultas Teknik memimpin parade sarjana dengan 136 insinyur sipil yang siap membangun jembatan mimpi, 22 ahli mesin yang akan menggerakkan roda industri, 32 elektro yang menyulut listrik inovasi, dan 6 kimiawan yang meracik formula kemajuan. Fakultas Ekonomi dan Bisnis menyusul: 56 manajer, 77 akuntan, 2 spesialis pajak. Hukum melahirkan 64 penerus keadilan, informatika 5 pionir kode. Magister tak kalah megah, 30 ahli sipil lanjutan, 45 hukumawan mendalam, 80 pemimpin manajemen, 22 insinyur mesin tingkat atas. Di balik angka-angka itu, cerita delapan tahun transformasi: 12 prodi baru lahir, dari Akuntansi Perpajakan hingga Magister Teknik Mesin (2020-2024), lalu ledakan 2025/2026 – S1 Kedokteran, Profesi Dokter, Kecerdasan Buatan, Doktor Hukum, Teknik Pertambangan, Pendidikan Kepelatihan Olahraga. Beberapa sudah berdenyut dengan mahasiswa, sisanya menanti 2026/2027. Enam fakultas kini berdiri gagah – Hukum, Teknik, Ekonomi-Bisnis, Informatika-Komputer, Keguruan-Pendidikan, Kedokteran – dengan 23 prodi terakreditasi BAN-PT dan LAM.

BACA JUGA:  Ini Himbauan Eks Narapidana Teroris Sulsel

Rektor tersenyum tipis, mata berbinar saat bicara mahasiswa asing: 14 pemuda Timor Leste yang menyebar di sipil, informatika, hukum, manajemen, akuntansi – jembatan lintas batas di semester ganjil 2025/2026. RPL melonjak ke 596 peserta, seperti pintu ajaib bagi pembelajar dewasa. Tri Dharma bersinar: sistem akademik terintegrasi PDDIKTI, penelitian 2025 capai Rp1,41 miliar dari 23 judul, 2026 usulkan Rp8,13 miliar dari 100 proyek, menanti restu Kementerian.

Puncak emosi: wisudawan terbaik. Angelica Diandra Virginia Lepar, S.H., dan Gerhard Berith Setia Persada Lalenoh, S.H., dari Hukum, raih IPK 3,99 dalam 4 tahun – dua bintang yang tak tergoyahkan.

Pascasarjana: Muhammad Firmansyah, M.H., dan Somalay Batlayeri, M.M., sama-sama 3,99 dalam 2 tahun. Tapi ada bayang duka: rektor mengenang Dr. Amir Jaya, dekan Ekonomi-Bisnis yang telah tiada, dan Yuliani Manguki, S.Ak., mahasiswi akuntansi yang seharusnya bersorak hari ini. Ruangan hening sesaat, lalu bangkit dengan doa.