News  

Baznas Makassar Serukan G20R

NusantaraInsight, Makassar — Idul Fitri tinggal menghitung hari. Jika tidak ada halangan, hari kemenangan umat Islam ini berlangsung 19, atau 20 Maret nanti.

Hari kemenangan ini, tidak sekadar perayaan lepasnya puasa sebulan penuh, melainkan panggilan hati yang suci.

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar pun menyerukan, di hari berkah ini dapat membangkitkan umat, melalui infak Rp20 ribu.

Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong mengajak kaum muslimin di Kota Makassar ini, menjadikan Idul Fitri sebagai momen untuk mengumpulkan kekuatan umat.

“Ayo, umat Islam, mari kita sama sama membuktikan bahwa, kita besar. Kita mampu. Dan, kita bisa. Caranya, melalui gerakan dua puluh ribu rupiah, atau G 20 R,” tuturnya didampingi Kabag I Bidang Pengumpulan, Darmawati, di Kantor BAZNAS Kota Makassar, Jalan Teduh Bersinar No 5 Makassar, Kamis (12/3/2026).

Menurutnya, setiap jamaah yang hendak menunaikan shalat Idul Fitri, apakah di masjid, di lapangan, ataukah tempat tempat yang telah ditentukan untuk shalat sunat dua rakaat tersebut, bawalah Rp20 ribu untuk diinfakkan. Jika terlaksana dengan hati ikhlas, tentunya, hasilnya pasti dahsyat.

BACA JUGA:  PKM Nasional ADPERTISI di Desa Kalenna Bontongape Galesong "Menarik" Undang Antusias Warga

“Contohnya, jika saja ummat Islam yang melakukan shalat Idul Fitri di Lapangan Karebosi Makassar, dengan jumlah jamaah 10 ribu orang, maka bisa terkumpul Rp200 juta, dari selama ini hanya diperoleh sekitar Rp50-an juta,” jelasnya.

Infak Rp 20 ribu di Hari Raya Idul Fitri, jelas ATM, hanyalah angka kecil, demi kebangkitan besar umat. “Sesungguhnya Allah tidak menolak pahala bagi orang yang memberi dengan ikhlas, sekecil apapun.” – (HR.Bukhari)—demikian sentilan penulis buku Langit tak Pernah Offline itu.
Di bagian lain, penyandang gelar akademik tertinggi (Doktor) di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini mengemukakan, ummat Islam untuk tidak sekadar menunggu keajaiban besar. Lebih baik menorehkan keajaiban kecil yang kelak menumpuk menjadi ‘lautan’ kebaikan.

Karenanya, di saat takbir berkumandang, dan menggema menjelang pelaksanaan shalat Id, dan ketika hati ummat Islam melayang pada cahaya kemenangan, maka persaudaraan ummat untuk mengangkat genggaman tangan, berinfak seukuran Rp20 ribuan.

Bagi da’i kondang yang pernah menjabat Ketua Lembaga Dakwah NU Kota Makassar itu, di era digital ini, Rp 20 ribu itu kecil, tapi nyata.

BACA JUGA:  Upacara Maradeka: Ketika Pemuda Desa Menegakkan Merah Putih di Atas Luka Bangsa

“Kita ketahui bersama bahwa, bagi banyak keluarga, angka Rp20 ribu tidak menggerogoti anggaran, tetapi bila disalurkan kepada yang membutuhkan, ia berubah menjadi sepuluh mangkok nasi, atau satu paket pakaian seragam bagi anak kurang mampu,” jelasnya.