Mahasiswa KKNT UKIP Paulus Buka Peluang Usaha Baru di Kalotok Lutra, Ajarkan Daur Ulang Batok Kelapa

NusantaraInsight, Masamba — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 2026 dari Universitas Kristen Indonesia Paulus (UKIP) berhasil membuka peluang ekonomi baru bagi warga Desa Kalotok, Kabupaten Luwu Utara, dengan mengolah batok kelapa menjadi produk kerajinan bernilai jual tinggi.

Selama satu bulan pelaksanaan KKN, Januari–Februari 2026, satu tim mahasiswa UKIP ditempatkan di Desa Kalotok untuk menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat. Salah satu program unggulan yang mendapat perhatian khusus adalah pelatihan daur ulang batok kelapa menjadi produk kerajinan tangan bernilai ekonomi.

Batok kelapa yang sebelumnya hanya dibuang dan tidak dimanfaatkan, kini diolah menjadi berbagai produk pajangan rumah tangga yang memiliki nilai seni sekaligus potensi pasar.

Hasil karya mahasiswa KKN Tematik UKIP yang tersebar di Luwu Utara dipamerkan di Aula Gedung Lilin UKIP Makassar, Kamis (19/2/2026). Pameran tersebut dibuka secara resmi oleh Rektor UKIP, Prof Dr Agus Salim, SH, MH.

Sebanyak 147 mahasiswa terlibat dalam program KKN Tematik 2026 ini. Rinciannya, 140 mahasiswa ditempatkan di 16 desa dan kelurahan di Kecamatan Sabbang dan Sabbang Selatan, serta tujuh mahasiswa lainnya di Kelurahan Kapasa, Makassar.

BACA JUGA:  PKM Nasional ADPERTISI Semester Genap 2025 Rencana Dilaksanakan Juni dan Pelatihan Penulisan Buku Online Mei

Tim mahasiswa yang bertugas di Desa Kalotok berhasil menarik perhatian pimpinan kampus. Rektor bersama jajaran pimpinan UKIP terlihat cukup lama mengamati hasil karya kerajinan batok kelapa dan berdialog langsung dengan mahasiswa mengenai proses produksi serta potensi pengembangannya.

Sekretaris KKN Tematik UKIP 2026 Desa Kalotok, Balissa Martin, menjelaskan bahwa program tersebut berangkat dari pengamatan terhadap potensi lokal desa yang memiliki banyak pohon kelapa.

“Selama ini batok kelapa hanya dibuang dan tidak memiliki nilai ekonomis. Dari situ kami berdiskusi dan menemukan ide untuk memberi nilai tambah dengan mengolahnya menjadi produk kerajinan bernilai seni dan ekonomi tinggi,” ujar mahasiswa Program Studi Teknik Kimia tersebut.

Menurutnya, keterampilan yang dibagikan kepada masyarakat diharapkan terus berkembang sehingga kualitas produk dapat ditingkatkan dan menjadi sumber penghasilan tambahan bagi warga.

Selain kerajinan batok kelapa, mahasiswa juga merealisasikan program pembuatan minyak kelapa. Program ini bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sekaligus memperkuat ekonomi keluarga dan mendukung kemandirian usaha berbasis potensi desa.

BACA JUGA:  IKA SMANSA 82 Gelar Raker, ini Kata Zainal Paliwang

Tak hanya fokus pada pemberdayaan ekonomi, mahasiswa KKN juga melaksanakan program sosial dan edukasi. Mereka melakukan gotong royong bersama warga serta mengajar anak-anak membaca dan berhitung.