INTI Jeneponto Dorong Kampung Wisata Mangrove Monro-Monro Terapkan CHSE

NusantaraInsight, Jeneponto — Institut Turatea Indonesia (INTI) Jeneponto terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan potensi desa melalui Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB). Kali ini, INTI melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Kampung Wisata bertema Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE) di Kampung Wisata Mangrove Monro-Monro.

Kegiatan tersebut berlangsung di Lingkungan Monro-Monro, Kelurahan Monro-Monro, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto. Kampung wisata ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir melalui optimalisasi kunjungan wisatawan.

Program PDB yang merupakan bagian dari pendanaan Pengabdian kepada Masyarakat periode 2023–2028 ini telah memberikan dampak positif. Masyarakat setempat merasakan peningkatan angka kunjungan wisata sejak adanya pendampingan yang dilakukan tim INTI.

Sebelumnya, sektor pariwisata sempat mengalami hambatan akibat pembatasan aktivitas masyarakat saat pandemi. Sebagai langkah pemulihan, pemerintah mengeluarkan panduan wisata berbasis CHSE yang mengacu pada standar ISO 9024:2021. Pedoman tersebut menjadi acuan dalam pengelolaan destinasi wisata hingga saat ini.

Koordinator pelaksana PDB, Dr Fahrisal Husain SE MSi, menjelaskan bahwa Kampung Wisata Mangrove Monro-Monro memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

BACA JUGA:  Ketua Dr. Muriyati : STIKES Panrita Husada Bulukumba Gencar Sosialisasi dan Promosi di Kelas 12 SLTA

“Untuk mencapai tujuan tersebut, kami memberikan pendampingan dalam berbagai aspek, mulai dari pengembangan destinasi, industri kreatif, pemasaran, hingga penguatan SDM dan kelembagaan,” ujar Fahrisal saat ditemui di lokasi pendampingan, Selasa (20/5/2025).

Ia menambahkan, kegiatan ini dilaksanakan melalui metode pengamatan, pelatihan, pendampingan, evaluasi, hingga menghasilkan output terukur. Sasaran utama program ini adalah Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat.

Dengan meningkatnya pengetahuan dan pemahaman tentang wisata sains dan maritim, diharapkan masyarakat mampu mengembangkan potensi lokal berbasis kearifan pesisir.

“Program ini sangat membantu pemerintah daerah dalam memajukan pembangunan pariwisata di Kabupaten Jeneponto, khususnya dalam mewujudkan kolaborasi Penta Helix antara akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, dan media,” pungkasnya.