Mahasiswa KKN UKI Paulus Dapat Seragam dari Kades Tandung Luwu Utara

NusantaraInsight, Masamba — Kepala Desa Tandung, Kecamatan Sabbang, Kabupaten Luwu Utara, Hisbullah, S.S., memberikan baju kaos seragam kepada 10 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Angkatan XIV Tahun 2026 Universitas Kristen Indonesia Paulus (UKI Paulus) yang melaksanakan pengabdian di wilayahnya.

Pemberian seragam tersebut menjadi bentuk perhatian dan cendera mata dari pemerintah desa kepada mahasiswa yang telah melaksanakan program kerja di Desa Tandung.

Koordinator Desa KKN Tematik XIV 2026 UKI Paulus di Desa Tandung, Bezaleel Lidan, kepada media di sela pameran karya KKN Tematik di Gedung Lilin UKI Paulus Makassar, Kamis (19/2/2026), menjelaskan bahwa mahasiswa telah menuntaskan sejumlah program kerja, baik program dari kampus maupun inisiatif mahasiswa.

“Program dari kampus berupa pembuatan produk sekaligus sosialisasi kampus. Sementara program mahasiswa antara lain pembersihan fasilitas umum, pembuatan penanda tempat, serta pembuatan gapura perbatasan desa,” ujarnya.

Menurut Bezaleel, perhatian Kepala Desa Tandung bukan kali pertama diberikan kepada mahasiswa KKN. Setiap ada mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang memilih Desa Tandung sebagai lokasi KKN, pemerintah desa selalu menyiapkan baju seragam sebagai bentuk kenang-kenangan.

BACA JUGA:  Dukung Pertanian Berkelanjutan, AK Manufaktur Bantaeng Terapkan Teknologi Ramah Lingkungan

Salah seorang mahasiswa, Jeri Jordan Sampe Limbong dari Program Studi Teknik Mesin, menyampaikan apresiasi atas perhatian tersebut.

“Kami berterima kasih kepada Bapak Kepala Desa atas pemberian seragam ini. Ini menjadi bukti kepedulian pemerintah desa kepada kami. Kami semakin termotivasi menjaga kekompakan dan kebersamaan,” katanya.

Hal senada disampaikan Nelsi Daliman dari Program Studi Manajemen. Ia menilai seragam tersebut bukan sekadar pakaian, melainkan simbol perhatian dan penghargaan kepada mahasiswa KKN.

“Kami merasa dihargai dan semakin semangat dalam menjalankan kegiatan. Semoga Desa Tandung semakin maju,” ujarnya.

Dosen Pendamping Lapangan, Asher Tumbo, S.H., M.H., mengaku terkesan dengan kedekatan Kepala Desa Tandung dan keluarganya terhadap mahasiswa.

“Selama mendampingi KKN, baru kali ini saya merasakan kedekatan luar biasa dari seorang kepala desa. Komunikasi di grup WhatsApp seperti orang tua kepada anak-anaknya,” tuturnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa selama mahasiswa melaksanakan KKN, Kepala Desa bahkan mempersilakan mahasiswa menikmati hasil kebun durian miliknya.

“Selama KKN berlangsung, mahasiswa bebas menikmati durian di tiga kebun milik Pak Desa. Bahkan mahasiswa dari posko lain yang menempuh jarak sekitar 40 kilometer turut datang menikmati durian di Desa Tandung,” katanya.