Mahasiswa KKN Unhas Optimalisasi Program Kebun Mini di Desa Pallantikang

NusantaraInsight, Maros — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Gelombang 115 Universitas Hasanuddin melaksanakan Program Kebun Mini yang ditujukan kepada masyarakat Desa Pallantikang, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros.

Program ini bertujuan mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan agar menjadi lebih produktif, sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pangan dan menjaga kesehatan keluarga.

Kebun mini ini diharapkan menjadi contoh sederhana bahwa lahan kosong di sekitar rumah dapat diolah menjadi sumber manfaat yang berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, kebun mini ini dibagi menjadi dua bagian utama, yaitu tanaman obat dan tanaman sayuran. Pada bagian tanaman obat, beberapa jenis tanaman yang ditanam antara lain kunyit, kunyit putih, kumis kucing, dan lengkuas.

Kunyit dikenal luas sebagai bahan jamu tradisional yang bermanfaat membantu menjaga daya tahan tubuh dan kesehatan pencernaan.

Kunyit putih sering dimanfaatkan untuk membantu meredakan gangguan lambung dan menjaga kebugaran tubuh.

Kumis kucing dikenal sebagai tanaman herbal yang dapat membantu melancarkan saluran kemih, sedangkan lengkuas selain digunakan sebagai bumbu dapur juga dipercaya membantu menghangatkan tubuh serta menjaga kesehatan secara alami.

BACA JUGA:  Mahasiswa KKNT Unhas Posko Lapadde Parepare Edukasi Cegah Stunting

Melalui penanaman tanaman obat ini, masyarakat diharapkan dapat lebih mengenal serta memanfaatkan tanaman herbal sebagai alternatif sederhana untuk menjaga kesehatan keluarga.

Selain tanaman obat, kebun mini juga membudidayakan tanaman sayuran seperti kangkung, kacang panjang, dan pare. Kangkung merupakan sayuran yang mudah tumbuh dan kaya akan vitamin yang baik untuk tubuh.

Kacang panjang mengandung serat yang bermanfaat bagi pencernaan serta dapat diolah menjadi berbagai jenis masakan sehari-hari. Pare, meskipun memiliki rasa pahit, dikenal memiliki manfaat dalam membantu menjaga kadar gula darah dan kesehatan tubuh.

Tanaman sayuran ini dipilih karena perawatannya relatif mudah dan hasil panennya dapat langsung dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur sehari-hari, sehingga membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga.

Penanggung jawab program, Adrian Putra Pratama, menyampaikan bahwa program kebun mini ini tidak hanya bertujuan memperindah lingkungan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya memanfaatkan lahan secara bijak dan produktif.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKNT Gelombang 115 Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Desa Pallantikang dapat menciptakan lingkungan yang lebih hijau, sehat, serta mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan dan kesehatan keluarga.