Mahasiswa KKN Unhas di Desa Mattirotasi Desain Perancangan Rumah Panggung di Daerah Rawan Banjir

NusantaraInsight, Maros — Pada tanggal 8 Januari – 11 Februari 2026, bertempat di Desa Mattirotasi, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, telah dilaksanakan rangkaian kegiatan program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Infrastruktur Gelombang 115 berupa penyusunan Desain Perancangan Rumah Panggung Efisien dan Futuristik di Daerah Rawan Banjir.

Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi akademik mahasiswa dalam menghasilkan dokumen perencanaan hunian adaptif terhadap kondisi wilayah yang memiliki potensi kerawanan banjir.

Seperti disampaikan Annisaa Fatiha Adhicahya kepada media, Minggu (15/2/2026).

Menurutnya, kegiatan perancangan diawali dengan tahapan studi literatur, yaitu pengkajian berbagai referensi, standar teknis, serta regulasi yang berkaitan dengan perencanaan bangunan rumah tinggal, rumah panggung, dan hunian adaptif terhadap banjir.

Studi ini bertujuan untuk memperoleh dasar teoritis dan teknis sebagai acuan dalam proses perancangan, sehingga desain yang dihasilkan memenuhi prinsip keamanan struktur, efisiensi, dan keberlanjutan.

Selanjutnya, dilakukan studi lapangan atau observasi di wilayah Desa Mattirotasi untuk memperoleh gambaran kondisi eksisting lingkungan.

Observasi difokuskan pada identifikasi karakteristik wilayah, meliputi kondisi topografi yang relatif datar hingga landai, jenis tanah dominan berupa tanah lempung dengan daya dukung sedang hingga rendah, serta potensi banjir yang cukup tinggi akibat kapasitas drainase yang terbatas.

BACA JUGA:  Mahasiswa Unhas Luncurkan Program “Dapur Gizi Mandiri” di Desa Garuntungan

Data hasil observasi ini digunakan sebagai dasar dalam menentukan pendekatan desain yang sesuai dengan kondisi lingkungan setempat.

Berdasarkan hasil studi literatur dan observasi, selanjutnya dilakukan tahap analisis permasalahan untuk mengidentifikasi kebutuhan hunian yang adaptif terhadap banjir, memiliki struktur yang aman, efisien secara ruang, serta berorientasi pada keberlanjutan.

Analisis ini menjadi dasar dalam menentukan konsep perancangan rumah panggung sebagai solusi hunian yang mampu meminimalkan dampak genangan air.

Tahap akhir kegiatan adalah perumusan konsep perancangan, yang meliputi penyusunan desain rumah panggung dengan prinsip adaptif terhadap banjir melalui sistem elevasi bangunan, penggunaan sistem struktur kayu sebagai elemen utama, serta penerapan pondasi batu kali dan kolom pedestal beton sebagai struktur dasar.

Hasil kegiatan ini berupa dokumen desain perancangan yang terdiri atas konsep tata ruang, sistem struktur, spesifikasi material, serta gambar teknik dan visualisasi bangunan.

Kegiatan program kerja ini dilaksanakan dalam bentuk penyusunan desain dan dokumen perencanaan secara akademik, tanpa melibatkan kegiatan pelaksanaan konstruksi maupun pendampingan langsung kepada masyarakat.