Mahasiswa KKN Unhas Rancang Peta Administrasi dan Tata Guna Lahan Desa Otting.

NusantaraInsight, Sidrap — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu berupa “Pembuatan Peta Administrasi dan Tata Guna Lahan Desa Otting Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG)”.

Kegiatan yang berlangsung sejak awal periode KKN ini berhasil menghasilkan produk peta digital dan fisik yang diserahkan secara resmi kepada Pemerintah Desa Otting, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Rabu (11/02/2026).

Program kerja ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya ketersediaan peta desa yang akurat dan ter-update, yang sangat diperlukan untuk perencanaan pembangunan, administrasi kewilayahan, serta pengelolaan sumber daya lahan.

Selama ini, data administrasi dan penggunaan lahan di Desa Otting masih tersebar dan belum terintegrasi dalam satu basis data spasial yang komprehensif.

Melalui program ini, mahasiswa KKN melakukan survei lapangan, pengukuran, serta pendataan dengan menggunakan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG).

Hasilnya adalah dua peta utama yaitu Peta Administrasi yang memperjelas batas desa dan wilayah dusun, serta Peta Tata Guna Lahan yang memvisualisasikan sebaran sawah, permukiman, kebun, dan area lainnya.

BACA JUGA:  Medco E&P Serahkan Beasiswa Bagi Guru Honorer dan 375 Mahasiswa

“Peta ini dibuat untuk memberikan alat bantu visual yang tepat bagi pemerintah desa dan masyarakat dalam pengambilan keputusan, baik untuk keperluan administrasi, pertanian, perencanaan jalan, maupun pengembangan desa ke depan,” jelas Sintikhe Delvia Lote’ selaku penanggung jawab program kerja.

Ia menambahkan bahwa selain versi cetak, peta juga diserahkan dalam format digital yang dapat diolah lebih lanjut, sehingga data dapat diperbarui secara berkelanjutan oleh perangkat desa.

Kepala Desa Otting, Pallawagau, menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi mahasiswa KKN tersebut.

Menurutnya, kehadiran peta ini sangat berarti untuk menunjang tata kelola pemerintahan dan pembangunan desa.

“Selama ini kami agak kesulitan karena peta yang ada sudah lama dan kurang detail. Hasil kerja mahasiswa KKN ini sangat membantu kami. Peta administrasi akan membatu dalam perencanaan desa, sedangkan peta tataguna lahan bisa menjadi acuan untuk diskusi pengoptimalan lahan pertanian dan penataan permukiman.” tuturnya.

Dengan adanya peta ini, mahasiswa KKN berharap Pemerintah Desa Otting dapat melakukan perencanaan pembangunan yang lebih terarah, evidence-based, dan partisipatif. Produk ini diharapkan menjadi data awal yang dapat dikembangkan menjadi sistem informasi desa yang lebih lengkap di masa mendatang.