News  

Program Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) dan Makan Bergizi Gratis (MBG)

NusantaraInsight, Enrekang — Pada Kamis 12 Februari 2026, Pemerintah telah meluncurkan beberapa program nasional diantaranya dua program penting, yaitu Program Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) dan Pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG), sebagai upaya untuk mencegah anemia, gizi buruk, dan stunting di kalangan murid.

SMA Negeri 2 Enrekang telah aktif berpartisipasi selama ini dalam program tersebut kerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang dan Pengelola SPPG.

Melalui Pembina dan Pengurus Ekskul Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Mereka telah membagikan Tablet Tambah Darah (TTD) kepada semua murid perempuan setiap minggu selama beberapa tahun terakhir.

Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan murid, terutama dalam mencegah anemia yang sering dialami oleh remaja putri.

Sejak bulan Juli 2025, SMA Negeri 2 Enrekang menjadi sasaran program nasional MBG dimana seluruh murid telah mendapatkan Makan Bergizi Gratis (MBG) setiap hari sekolah, Program MBG merupakan salah satu inisiatif dari Presiden Prabowo Subianto.

Program ini memastikan bahwa semua murid mendapatkan makanan bergizi. Hal ini tidak hanya membantu dalam memenuhi kebutuhan gizi harian mereka, tetapi juga mendukung proses belajar mengajar dengan menyediakan energi yang cukup bagi para siswa.

BACA JUGA:  Jelang Idul Adha, Wali Kota Makassar Sidak Pasar Terong

Adapun manfaat program ini, yakni :

– Pencegahan Anemia dan Gizi Buruk : Dengan pemberian TTD secara rutin dan penyediaan makanan bergizi, risiko anemia dan gizi buruk di kalangan pelajar dapat diminimalisir.

– Peningkatan Konsentrasi dan Prestasi Belajar : Asupan gizi yang cukup terbukti dapat meningkatkan konsentrasi dan prestasi belajar para siswa.

– Pengurangan Stunting : Program ini juga berperan dalam mengurangi angka stunting, yang merupakan masalah kesehatan serius di Indonesia.

Melalui program-program ini, diharapkan bahwa kesehatan dan kualitas hidup para murid dapat meningkat, sehingga mereka dapat mencapai potensi optimal dalam pendidikan dan kehidupan sehari-hari. Inisiatif ini merupakan langkah penting dalam membangun generasi yang lebih sehat dan lebih produktif di masa depan,ungkap Sukayono.