Mahasiswa KKN Unhas Dorong Sanitasi Lingkungan Berkelanjutan melalui Panduan Teknis IPALD di Desa Borikamase

NusantaraInsight, Maros — Sanitasi lingkungan yang sehat dan berkelanjutan merupakan salah satu fondasi penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Menyadari hal tersebut, mahasiswa Universitas Hasanuddin melalui program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 115 Tahun 2026 menghadirkan solusi berbasis perencanaan teknis dengan menyusun panduan pembangunan septic tank dan bak kontrol (IPALD) di Desa Borikamase, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros.

Program kerja ini dilaksanakan oleh Muhammad Alief Raihan Palusery, mahasiswa Universitas Hasanuddin, sebagai bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat KKN-T. Fokus utama kegiatan ini adalah penyediaan dokumen teknis sanitasi yang berkelanjutan, meliputi gambar teknis perencanaan dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang disusun secara sistematis, realistis, dan disesuaikan dengan kondisi lapangan serta kemampuan swadaya masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan observasi lapangan untuk mengidentifikasi kondisi eksisting sanitasi dan karakteristik lingkungan permukiman warga. Hasil observasi tersebut menjadi dasar dalam penyusunan dokumen teknis yang mencakup perencanaan konstruksi septic tank dan bak kontrol, perhitungan volume pekerjaan, serta estimasi kebutuhan material. Dokumen ini dirancang agar tidak hanya dapat digunakan dalam jangka pendek, tetapi juga menjadi acuan berkelanjutan bagi masyarakat dan pemerintah desa dalam perencanaan pembangunan sanitasi ke depan.

BACA JUGA:  Dr. Muhammad Yusran : Guru Teknologi dan Penggerak Inovasi

Kehadiran panduan teknis IPALD ini mendapat dukungan dari pemerintah desa setempat karena dinilai mampu membantu proses perencanaan pembangunan sanitasi secara lebih terarah, efisien, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Dengan perencanaan yang matang, risiko pencemaran lingkungan akibat pengelolaan air limbah domestik yang tidak layak dapat diminimalkan secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, Muhammad Alief Raihan Palusery berharap panduan teknis IPALD yang telah disusun dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pembangunan sanitasi lingkungan di Desa Borikamase.

Dengan dukungan masyarakat dan pemerintah desa, pembangunan sanitasi yang sehat, layak, dan berkelanjutan diharapkan dapat terwujud dan memberikan dampak positif jangka panjang bagi kualitas hidup masyarakat.