Sport  

PODSI Sulsel Tinjau Kesiapan Bone, Pantai Bajoe Kandidat Kuat Arena Dayung Porprov 2026

NusantaraInsight, Bone — Pengurus Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Sulawesi Selatan melakukan survei rencana arena pertandingan cabang olahraga dayung di Kabupaten Bone, Ahad, 8 Februari 2026. Kunjungan ini sekaligus meninjau kesiapan dan dukungan organisasi PODSI Bone dalam menyongsong Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulsel XVIII 2026.

Rombongan PODSI Sulsel yang melakukan kunjungan kerja tersebut terdiri dari Sekretaris PODSI Sulsel, Suarman, S.Pd., M.Pd, Bendahara Dr. H. Muliono Caco, M.Kes., MM, serta pengurus harian Suting Jafar.

Setibanya di Bone, rombongan diterima Ketua PODSI Bone Ir. Andi Bahtiar Malla bersama Sekretaris Umum KONI Bone Mukhlis Amin. Selanjutnya, rombongan diajak meninjau langsung rencana lokasi arena lomba dayung di Pantai Bajoe, tepatnya di kawasan jembatan menuju Pelabuhan Feri Bajoe.

Ketua PODSI Bone Ir. Andi Bahtiar Malla menjelaskan, Pantai Bajoe dinilai sangat mendukung pelaksanaan berbagai nomor lomba dayung. Namun, pelaksanaan lomba nantinya perlu menyesuaikan waktu perlombaan dengan kondisi pasang surut air laut, khususnya pada September 2026.

“Untuk akomodasi atlet dan kontingen, dapat memanfaatkan rumah-rumah warga yang berada di sekitar arena maupun hotel-hotel yang jumlahnya cukup banyak di Bone,” ujarnya.

BACA JUGA:  Derby Panas Manchester di Etihad Stadium

Ia menambahkan, rencana lintasan lomba akan dimulai dari ujung jembatan hingga pangkal jembatan menuju Pelabuhan Bajoe. Dengan skema tersebut, penonton dapat menyaksikan pertandingan secara langsung dari sisi jembatan.

“Panjang jembatan sekitar 1,2 kilometer dan itu sudah memenuhi standar panjang lintasan lomba dayung,” jelasnya.

Sekretaris PODSI Sulsel, Suarman, menilai Pantai Bajoe sebagai lokasi yang strategis dan representatif untuk arena lomba dayung Porprov Sulsel XVIII 2026. Menurutnya, posisi arena yang berada di sisi jalan dan jembatan memudahkan akses penonton, atlet, maupun ofisial.

“Dari sisi teknis, kedalaman air, arus gelombang, serta kondisi pasang surut cukup mendukung stabilitas permukaan air saat perlombaan. Mobilisasi atlet dan peralatan juga relatif mudah karena lokasi arena persis berada di pinggir jalan,” katanya.

Senada dengan itu, Bendahara PODSI Sulsel Dr. H. Muliono Caco menyebut Pantai Bajoe sangat representatif untuk menggelar lomba dayung. Meski demikian, pihaknya tetap akan melakukan kajian lanjutan terkait kondisi pasang surut, ombak, dan arus air selama pelaksanaan Porprov pada September 2026.

BACA JUGA:  Pemain Asing Persib David da Silva Mogok Latihan

“Semuanya perlu dihitung secara cermat agar pelaksanaan lomba berjalan aman dan optimal,” ujarnya.