NusantaraInsight, Jakarta — Dihadiri Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, memperingati HUT ke-70 dan setengah abad dedikasinya untuk bangsa, Menteri Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Prof.Dr.Yusril Ihza Mahendra, S.H.,M.Sc., Sabtu (7/2/2026) meluncurkan delapan buah buku di Balai Kartini Jakarta.
Kedelapan buku tersebut masing-masing:
1. ‘The Untold Stories of Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra’, dan Testimoni Kolega. (Editor, M. Saleh Mude dkk). Kata Pengantar Prof. Dr. Hafid Abbas dan Fachry Ali, setebal 926 halaman.
2. “The Autobiography of Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra”, Testimoni Kolega, dan Hadiah Puisi. Editor M. Saleh Mude (492 halaman).
3. ‘Islam, Democracy, and Human Rights in Contemporary Indonesia’. Editor Prof. Yusril dan Prof. Hafid Abbas (192 halaman).
4. Pemikiran Politik Yusril Ihza Mahendra: Islam, Negara, dan Demokrasi. Penulis Dr. Herdito Sandi Pratama (322 halaman).
5. Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra: Keadilan yang Memulihkan. Penulis; Ahmadie Thaha (460 halaman).
6. The Landmark Cases of Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra. Penulis Prof. Dr. Fitra Arsil dan Dr. Qurrata Ayuni, (540 halaman).
7. Lebih Dekat dengan Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra: Pandangan Tokoh dan Sahabat. Penulis Randy Bagasyudha dkk (112 halaman), dan
8. Di Mana Bumi Dipijak: Novel Biografis. Penulis Andre Syahreza (188 halaman).
“Buku-buku tersebut dicetak masing-masing 1000 eksemplar dan dapat diakses melalui akun digital graris secara nasional dan internasional melalui akun “yusrilihzamahendra.com”,” ujar Ketua Panitia Penerbitan Buku Prof.Dr.Hafid Abbas.
Pada peluncuran buku tersebut, Prof.Yusril Ihza Mahendra menyerahkan langsung buku kepada Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dan Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Dato Sayed Md Hasrin Tengku Hussin yang pada kesempatan itu membacakan sambutan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.
Wapres Gibran sebelum memberikan sambutan terlebih dahulu membacakan dua pantun. Dia mengatakan Prof.Yusril adalah tokoh yang cerdas dan ahli dalam berbagai bidang, hukum tata negara, sosial maupun politik.
“Beliau adalah Menteri Kehakiman pada era Presiden Gus Dur dan Presiden Megawati Soekarnoputri. Menteri Sekretaris Negara pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan di era Presiden Prabowo Subianti,” ujar Gibran.
Tampak hadir dalam acara peluncuran tersebut para anggota Kabinet Merah Putih, antara lain Menko Bidang Pangan Zulkfili Hasan, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria, mantan Menteri Tenaga Kerja saat Presiden Soeharto, Abdul Latif, mantan Menteri Luar Negeri era Presiden Gus Dur Alwi Shihab, Ketua Mahkamah Konstitusi RI 2013-2015 Hamdan Zoelva, Hakim MK Arsul Sani, pakar hukum Todung Mulya Lubis, Pengacara O.C.W.Kaligis, dan sejumlah pejabat lainnya. (mda).












