Komisi V DPR RI, BBWS, dan Pemkot Makassar Tata Kota Sesuai Arahan Presiden Prabowo

NusantaraInsight, Makassar — Komitmen Pemerintah Kota Makassar, dalam menata wajah kota yang bersih, tertib, dan berestetika mendapat mengikuti arahan dari pemerintah pusat. Mendapat support dari lembaga n gara.

Komisi V DPR RI bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang menyatakan kesiapan berkolaborasi dan mendukung program penataan trotoar, kanal, serta kawasan pinggiran sungai yang digagas Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.

Dukungan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya penataan infrastruktur perkotaan sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta memperkuat citra kota yang ramah dan berkelanjutan.

Komitmen kolaborasi itu mengemuka dalam rapat koordinasi yang digelar di Kantor Balai Kota Makassar, Jumat (6/2/2026). Rapat tersebut dihadiri Anggota Komisi V DPR RI asal Sulawesi Selatan, Hamka B Kady, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, Heriantono Waluyadi, serta pihak Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Sulawesi Selatan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PU.

Anggota Komisi V DPR RI asal Sulawesi Selatan, Hamka B. Kady, menegaskan komitmen Komisi V DPR RI bersama jajaran balai teknis Kementerian Pekerjaan Umum untuk mendukung penuh program penataan kanal yang digagas Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin.

BACA JUGA:  Munafri Lantik Ribuan RT/RW Secara Serentak, Siap Keroyok Program MULIA

Dukungan tersebut, kata Hamka, tidak hanya bertujuan meningkatkan fungsi kanal sebagai infrastruktur pengendali banjir, tetapi juga memperbaiki estetika kota serta mendukung terciptanya tata kota yang bersih, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.

“Kami bersama Balai Jalan mendukung penataan kanal. Ini bukan hanya soal fungsi teknis, tetapi juga bagaimana meningkatkan estetika kota dan bersinergi dengan apa yang telah direncanakan oleh Pemerintah Kota Makassar,” ujarnya.

“Bagaimana kita menjadikan Makassar lebih indah, termasuk penertiban aktivitas jualan di pinggir jalan dan di sekitar kanal,” sambung Hamka.

Hamka mengungkapkan, pada hari yang sama ia bersama Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan–Jeneberang dan Kepala Balai Cipta Karya Sulawesi Selatan melakukan pertemuan dengan Wali Kota Makassar untuk menginisiasi diskusi bersama terkait pembangunan Kota Makassar secara terintegrasi.

“Alhamdulillah, hari ini saya bersama Kepala Balai Sungai Pompengan dan Kepala Balai Cipta Karya berdiskusi langsung dengan Pak Wali. Kita membicarakan bagaimana Kota Makassar dibangun dengan baik, sehingga berbagai kegiatan dan program yang ada bisa tersinkronisasi,” jelasnya.