Mahasiswa KKN Unhas Gelar Program “Pucak Heritage Class” di SMPN 24 Tompobulu

NusantaraInsight, Maros — Desa Pucak, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Arkeologi Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja dengan tajuk “Pucak Heritage Class: Mengenal jejak manusia Prasejarah Maros Sebagai Warisan Dunia Yang Harus di Lestarikan” di SMPN 24 Tompobulu, Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Rabu (14/01/2026)

Program kerja ini dirancang dengan tujuan untuk meningkatkan literasi prasejarah dan menumbuhkan kesadaran pelestarian cagar budaya sejak dini. Melalui program ini, siswa diharapkan mampu memahami nilai penting kawasan Karst Maros-Pangkep sebagai warisan dunia serta menjaga etika saat berkunjung ke situs arkeologi.

Program edukasi ini dilatarbelakangi oleh maraknya tindakan vandalisme dan kurangnya pemahaman remaja mengenai kerentanan lukisan gua prasejarah. Kondisi ini menuntut adanya edukasi intensif agar siswa tidak hanya bangga akan sejarah daerahnya, tetapi juga mampu menjadi garda terdepan dalam melindungi tinggalan arkeologi dari kerusakan permanen.

Aldred Ricard seorang mahasiswa KKN Unhas dengan disiplin ilmu Arkeologi selaku pemateri dalam kegiatan ini, menjelaskan bahwa materi pelestarian sangat penting diperkenalkan di tingkat sekolah menengah karena mencakup pemahaman dasar tentang identitas budaya, teknik pelestarian, hingga larangan menyentuh lukisan dinding gua demi menjaga keasliannya.

BACA JUGA:  Porsenijar PGRI Kota Makassar Resmi Digelar

“saya menyampaikan materi melalui pendekatan storytelling dan permainan interaktif agar nilai-nilai arkeologi yang terlihat rumit menjadi lebih mudah dipahami oleh adik-adik siswa. Harapannya, mereka tumbuh menjadi generasi yang memiliki rasa memiliki (sense of belonging) terhadap situs-situs prasejarah yang ada di maros,” ujar pemateri kegiatan edukasi mahasiswa KKN Tematik saat pelaksanaan program kerja.

Pelaksanaan kegiatan ini mendapat respons positif dari pihak sekolah dan tokoh masyarakat setempat. Program tersebut dinilai memberikan manfaat nyata sebagai edukasi nonakademik yang sangat relevan dengan upaya perlindungan kawasan UNESCO Global Geopark Maros-Pangkep.

Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin berharap dapat mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif di kalangan pelajar sebagai langkah awal dalam membangun ketahanan budaya dan pelestarian sejarah yang lebih kuat di masa depan.