News  

Mahasiswa Bina Desa MKPK Batch Unhas Buat Penyuluhan dan Praktik Pakan Silase

NusantaraInsight, Luwu Timur – Sebagai tindak lanjut dari kegiatan seminar penguatan kapasitas peternak Ruminansia, tim mahasiswa Bina Desa MKPK Batch V Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin melaksanakan kegiatan penyuluhan dan praktik langsung pembuatan pakan silase bagi peternak di Desa Parumpanai, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur.

Kegiatan ini dilaksanakan di kandang sapi BUMDesma Dusun Koropansu, Desa Parumpanai.

Kegiatan penyuluhan ini dihadiri langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Bapak Dr. Ir. Zulkharnaim, S.Pt., M.Si., IPM, yang turut memberikan arahan dan pendampingan kepada mahasiswa serta peternak. Kegiatan ini juga menghadirkan seorang praktisi peternakan sekaligus peternak sukses dari Kabupaten Barru, yang memiliki lebih dari 300 ekor sapi, untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam pengelolaan pakan ternak secara berkelanjutan.

Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan peternak dalam memproduksi pakan silase sebagai alternatif pakan berkualitas yang efisien, ekonomis, dan mampu menjamin ketersediaan pakan ternak sepanjang tahun.

Melalui praktik langsung, peternak diperkenalkan pada tahapan pembuatan silase mulai dari pemilihan bahan baku, proses fermentasi, hingga penyimpanan yang tepat agar kualitas pakan tetap terjaga.

BACA JUGA:  Forsi LHK Sulsel Gelar Workshop Literasi: Menulis Artikel Hasilkan Cuan

Kegiatan ini juga dihadiri oleh PT Vale Indonesia Tbk sebagai mitra, termasuk kehadiran Direktur Eksternal PT Vale Indonesia Tbk, yang menunjukkan dukungan nyata sektor industri terhadap penguatan kapasitas peternak dan pembangunan peternakan berbasis kemitraan desa. Kehadiran PT Vale diharapkan dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat desa dalam mendorong pengembangan peternakan yang berkelanjutan.

Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Ir. Zulkharnaim, S.Pt., M.Si., IPM, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk implementasi nyata dari hasil seminar yang telah dilaksanakan sebelumnya.

“Melalui penyuluhan dan praktik langsung ini, peternak tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan aplikatif yang dapat langsung diterapkan di lapangan. Pembuatan silase menjadi solusi strategis dalam menjaga ketersediaan pakan dan meningkatkan produktivitas ternak,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa MKPK Batch V diharapkan dapat berperan sebagai fasilitator dan agen perubahan dalam mentransfer ilmu pengetahuan kepada masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, serta memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, pelaku usaha, dan mitra industri dalam mendukung pengembangan sektor peternakan di Desa Parumpanai.