TIM MKPK Batch V Unhas Dorong Pemberdayaan Ekonomi Desa Parumpanai melalui Skema Kemitraan BUMDesma

NusantaraInsight, Luwu Timur — Pada 5 Januari 2026 Tim Mahasiswa MKPK Batch V Universitas Hasanuddin menggelar seminar pemaparan skema kemitraan bertema “Optimalisasi Peran BUMDesma Wute Manuwo dalam Membangun Kerja Sama dengan Masyarakat sebagai Upaya Peningkatan dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa Parumpanai.”

Kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa dalam mendukung penguatan ekonomi desa berbasis kemitraan berkelanjutan.

Seminar tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat dan pemangku kepentingan desa terkait peran strategis Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Wute Manuwo dalam menjalin kerja sama dengan masyarakat, khususnya pada sektor peternakan dan pengembangan ekonomi produktif.

Dalam pemaparannya, Tim MKPK Batch V menjelaskan konsep kemitraan yang menempatkan peternak sebagai mitra aktif dalam seluruh tahapan usaha, mulai dari perencanaan, pengelolaan, hingga pencatatan dan evaluasi hasil usaha.

Skema ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat, memperluas peluang usaha, serta mendorong peningkatan pendapatan dan kemandirian ekonomi warga Desa Parumpanai.

Mahasiswa Universitas Hasanuddin, M. Thifail Muwaffaq kepada media, Rabu (28/1/2026) menegaskan bahwa keberhasilan skema kemitraan sangat bergantung pada tata kelola yang jelas dan keterlibatan aktif masyarakat.

BACA JUGA:  Disdik Sulsel Gelar Rapat Koordinasi Pendidikan.

Menurutnya, BUMDesma berperan penting sebagai penghubung antara masyarakat, manajemen usaha, dan sistem pengelolaan keuangan.

“Skema kemitraan ini dirancang agar peternak tidak hanya menjadi objek program, tetapi menjadi pelaku utama dalam pengelolaan usaha yang transparan dan berkelanjutan,” ujarnya.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat dan perangkat desa. Antusiasme peserta terlihat dari berlangsungnya diskusi interaktif yang membahas peluang kerja sama serta potensi pengembangan usaha melalui BUMDesma.

Selain sebagai sarana sosialisasi, kegiatan ini juga menjadi ruang pertukaran gagasan antara mahasiswa, pengelola BUMDesma, dan masyarakat desa terkait penguatan tata kelola usaha desa.

Tim MKPK Batch V Universitas Hasanuddin berharap skema kemitraan yang dipaparkan dapat menjadi referensi awal dalam implementasi program pemberdayaan ekonomi desa yang berkelanjutan, dengan BUMDesma sebagai motor penggerak ekonomi desa yang inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.