Mahasiswa KKNT Unhas Gelar Pelatihan Kaligrafi Arab bagi Siswa SD SATAP 4 Lainungan Sidrap

NusantaraInsight, Sidrap — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Gelombang 115 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja individu berupa Pelatihan Kaligrafi Arab Berbasis Kreativitas Lokal bagi Siswa Sekolah Dasar Tingkat Atas di Desa Mattirotasi, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang.

Kegiatan ini dilaksanakan di SD SATAP 4 Lainungan sebagai bentuk kegiatan edukatif berbasis seni Islam yang mendukung pengembangan kreativitas siswa.

Hal ini disampaikan Juli Nur Asisa Rauf, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, Program Studi Sastra Arab, sebagai penanggung jawab dan pelaksana kegiatan, Rabu (28/1/2026)

Menurutnya, pelatihan kaligrafi Arab dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan, yaitu pada tanggal 10, 17, dan 21 Januari 2026, dengan frekuensi satu kali pertemuan setiap pekan selama tiga pekan berturut-turut.

“Pelaksanaan program ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan keterampilan motorik halus siswa, sekaligus menumbuhkan karakter religius dan kecintaan terhadap seni Islam sebagai bagian dari pembelajaran keagamaan di tingkat sekolah dasar,” ulasnya.

Lebih lanjut, Juli menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang agar siswa tidak hanya memahami huruf dan kata Arab secara teoritis, tetapi juga mampu mengekspresikannya dalam bentuk karya seni yang memiliki nilai estetis.

BACA JUGA:  Buku Murid SDN Borong Makassar Jadi Koleksi Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan dan Perpustakaan Gowa

“Pelatihan kaligrafi Arab dipilih sebagai program kerja karena pembelajaran keagamaan di tingkat sekolah dasar umumnya masih berfokus pada hafalan dan pemahaman teks, sementara aspek kreativitas dan estetika belum berkembang secara optimal,” terangnya.

Ia menambahkan bahwa siswa sekolah dasar tingkat atas memiliki potensi besar dalam pengembangan motorik halus serta minat terhadap aktivitas visual.

Selain itu, lingkungan masyarakat Desa Mattirotasi yang religius dinilai sangat mendukung pengembangan seni kaligrafi Arab sebagai media edukatif yang mengintegrasikan nilai keislaman dan kreativitas anak.

Proses pelaksanaan program dilakukan melalui metode demonstrasi dan praktik langsung. Kegiatan diawali dengan pengenalan huruf hijaiyah dan dasar-dasar penulisan kaligrafi Arab.

Selanjutnya, mahasiswa pelaksana memberikan contoh penulisan kaligrafi, kemudian siswa dilatih menulis kata dan kalimat Arab sederhana secara bertahap.

Dalam setiap pertemuan, siswa juga diarahkan untuk mengembangkan karya kaligrafi dengan sentuhan kreativitas visual menggunakan media pembelajaran sederhana yang mudah dijangkau.

Selama kegiatan berlangsung, siswa memberikan tanggapan yang positif dan menunjukkan antusiasme tinggi.

Siswa terlihat aktif mengikuti setiap tahapan pelatihan dan menunjukkan minat besar dalam mengembangkan karya kaligrafi masing-masing.

BACA JUGA:  Bunda Pustaka SDN Borong Sukses Gelar Semarak Kemerdekaan

Kegiatan ini dinilai menarik karena memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari pembelajaran di kelas pada umumnya.

Selain itu, siswa menyampaikan harapan agar kegiatan pelatihan kaligrafi Arab dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di sekolah. Siswa berharap seni kaligrafi dapat menjadi salah satu kegiatan pendukung pembelajaran keagamaan yang menyenangkan dan kreatif.

Output dari program kerja ini berupa karya kaligrafi Arab hasil buatan siswa yang memiliki nilai edukatif dan estetis.

Keberlanjutan program diarahkan pada pengembangan kegiatan seni kaligrafi sebagai media pembelajaran keagamaan kreatif yang mendukung pendidikan karakter serta literasi seni Islam di tingkat sekolah dasar.

“Kami mengharapkan agar kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah untuk mengembangkan pembelajaran berbasis seni dan kreativitas secara berkelanjutan,” pungkas Juli Nur Asisa Rauf.