* Putranya diberikan beasiswa, Istri akan direkrut Jadi Pegawai
NusantaraInsight, Jakarta — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP akan memberikan beasiswa hingga pendidikan ke perguruan tinggi kepada putra almarhum Deden Maulana karyawan KKP yang menjadi salah seorang korban musibah kecelakaan pesawat ART 42-500 di Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sabtu (17/1/2026).
Beasiswa itu diberikan kepada anak tunggal almarhum, Asensio Maulana, sedangkan istrinya akan direkrut sebagai pegawai di KKP. Pihak KKP juga akan membayarkan asuransi untuk keluarga almarhum.
Hal itu terungkap pada upacara penyerahan jenazah Deden Maulana dari keluarga kepada negara untuk dimakamkan secara kedinasan KKP yang berlangsung di Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP), Jakarta, Kamis (22/1/2026). Pada kesempatan, itu juga diserahkan hak-hak ahli waris.
Deden Maulana dilahirkan di Garut 15 Mei 1982. Sejak 1 Februari 2005 sudah mengabdi sebagai karyawan pada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan pangkat terakhir Penata Muda Tingkat I Golongan III/b terhitung 1 April 2025.
Almarhum mengawali karier kepegawaiannya sebagai Pengatur Administrasi pada Direktorat Kapal Pengawas KKP (2005-1017): Pengelola Barang Milik Negara Pada Direktorat Pengendalian Operasi Armada (2016 hingga akhir hayat).
Almarhum pernah memperoleh tanda jasa berupa Satya Lencana Karya Satia 10 dan 20 tahun (pada tahun 2015 dan 2025).
Menteri Kelautan dan Perikanan RI juga menganugerahkan pangkat dan jabatan anumerta kepada Deden Maulna melalui SK No. 23/12022/AX/01/26, tentang kenaikan pangkat anumerta, pemberhentian dan pemberian pensiun/duda/anak/orang tua.
Korban meninggal pada tanggal 17 Januari 2026 karena melaksanakan tugas negara dan atau tugas kedinasan lainnya di luar lingkungan kerja dan diberikan kenaikan pangkat anumerta dengan pangkat golongan Penata III/c.
Sambutan perwakilan keluarga dibawakan adik ipar Deden Maulana, Asep Hilman Rosadi, dengan terisak dalam acara yang dihadiri Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Laksamana TNI (Purn,) Dr.Didit Herdiawan, M.P.A, M.B.A.dan Dirjen Pengembangan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, para pejabat eselon I dan II KKP dan keluarga besar Ditjen PSDKP dan KKP, Darma Wanita Persatuan KKP dan Ditjen PSDKP.
“Kami dari pihak keluarga, tentu saja sangat bersedih, karena telah kehilangan satu kakak kami yang tercinta. Tetapi ternyata, kejadian ini memberi kami hikmah. Memang kami kehilangan satu kakak, tetapi ternyata Allah memberikan keluarga yang besar pada kami, yakni keluarga Kementerian Kelautan dan Perikanan. Juga para tim relawan, yang seperti saudara, terus mencari para ‘sruvivor’ (seorang yang mengalami kecelakaan) di lokasi,” ujar Asep Hilman Rosadi dengan terisak.












