NusantaraInsight, Makassar — Jenazah ketiga yang merupakan satu dari enam jenazah korban pesawat ATR 42-500 yang ditemukan Kamis (22/1/2026), sekitar pukul 22.30 Wita tiba di Dikdokkes Polda Sulsel di Makassar untuk diidentifikasi. Jenazah diangkut dengan ambulans menuju Makassar, setelah tiba di Posko Bacukiki sekitar pukul 21.30. Jenazah ketiga yang tiba di Didokkes Polda Sulsel ini berjenis kelamin perempuan.
Laporan reporter TVOne pada pukul 23.00 Wita yang dipantau media ini di Makassar, Kamis (22/1/2026) malam menyebutkan, enam jenazah yang masih berada di jurang dan Jumat (23/1/2026) akan dikumpulkan Pos 9 Gunung Bulusaraung untuk selanjutnya diangkut menggunakan helikopter jika cuaca memungkinkan.
Jenazah-jenazah itu ditemuukan pada kedalaman sekitar 250m dari puncak gunung.
Dengan ditemukan tujuh jenazah tersebut, kini Tim SAR Gabungan akan berkutat menemukan 1 korban lainnya yang belum ditemukan dan tersebar di sekitar puncak Bulusaraung Pangkep. Pencarian dua korban akan dilanjutkan Jumat (23/1/2026).
Laporan lain menyebutkan, korban Deden Mulyana (43), setelah disemayamkan di Jati Padang Pasar Minggu Jakarta Selatan, Kamis (22/1/2026) sore dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Mekar Wangi Kecamatan Sukaweni Kabupaten Garut Jawa Barat.
Upacara semimiiliter yang dipimpin Kapten Lingga Budikusuma mengantar jenazah karyawan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut menuju liang lahad. Meskipun hujan lebat mengguyur kawasan pemakaman, namun tidak menyurutkan banyak anggota masyarakat yang ikut mengantar korban. Isak tangis keluarga mengiringi saat jasad Deden Maulana diturunkan ke liang lahad.
Sementara itu, jenazah Florencia Lolita Wibisono (33) yang akrab disapa Olen, Kamis (22/1/2026) disemayamkan Grand Haven Jakarta Utara. Pihak keluarga menggelar ibadah penghiburan pada pukul 11.00 WIB Kamis siang. Kamis sore digelar upacara pelepasan jenazah menuju Manado yang dijadwalkan pukul 23.00 terbang dari Bandara Soekarno Hatta Cengkareng Tangerang Banten.
Jenazah Florencia yang juga pramugari pesawat ATR 42-500 dijadwalkan dimakamkan di tempat kelahirannya Tondano, Sulawesi Utara, Sabtu (24/1/2026). (mda).












