Mahasiswa KKN Unhas Gelar Edukasi Pencegahan Bullying dan Literasi Digital di Sekolah Dasar

NusantaraInsight, Maros — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin Angkatan 115 melaksanakan kegiatan sosialisasi pencegahan bullying dan penguatan literasi digital di SD Inpres 132 Lalang Tedong Desa Tupabiring, Kecamatan Bontoa Kabupaten Maros, Rabu (14/1/2026).

Kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran sejak dini kepada siswa mengenai pentingnya sikap saling menghormati, baik dalam interaksi langsung maupun di ruang digital.

Kegiatan berlangsung secara edukatif dan partisipatif dengan melibatkan siswa secara aktif dalam setiap sesi.

Para siswa tampak antusias mengikuti pemaparan materi serta berdiskusi mengenai bentuk-bentuk bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah maupun di dunia digital.

Pemateri pertama, Sissy Tuwanakotta, menyampaikan materi dari perspektif sosial. Ia menjelaskan bahwa bullying tidak hanya berdampak pada fisik korban, tetapi juga menimbulkan dampak psikologis jangka panjang, seperti trauma, rasa takut, dan menurunnya kepercayaan diri anak.

“Bullying sering kali dianggap sebagai candaan, padahal dampaknya sangat serius bagi korban. Oleh karena itu, penting bagi anak-anak untuk saling menghargai, menumbuhkan empati, dan berani berbicara jika melihat atau mengalami perundungan,” ujar Sissy dalam pemaparannya.

BACA JUGA:  Murid SMPIT Darul Fikri Makassar Borong Prestasi di Ajang Kejuaraan Sains Nasional 2024

Sissy juga menekankan pentingnya literasi digital yang sehat, mengingat perkembangan teknologi membuat interaksi sosial anak tidak hanya terjadi secara langsung, tetapi juga melalui media digital yang rawan disalahgunakan.

Selanjutnya, Hardiansyah Ramadhan menyampaikan materi dari sudut pandang hukum. Ia menjelaskan bahwa tindakan bullying, baik secara verbal, fisik, maupun digital, memiliki konsekuensi hukum dan dapat dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Tidak hanya menyampaikan materi secara teoritis, Hardiansyah juga melakukan simulasi penanganan kasus bullying di lingkungan sekolah.

Dalam simulasi tersebut, siswa diajak memahami langkah-langkah yang dapat dilakukan apabila terjadi bullying, mulai dari mengenali bentuk perundungan, cara melindungi diri, pentingnya melapor kepada guru atau pihak sekolah, hingga peran aturan hukum dalam melindungi korban.

“Melalui simulasi ini, anak-anak diharapkan tidak hanya mengetahui bahwa bullying itu salah, tetapi juga memahami apa yang harus dilakukan ketika mengalaminya atau menyaksikannya,” jelas Hardiansyah.

Sebagai penutup kegiatan, mahasiswa KKN Unhas bersama para siswa membuat majalah dinding (Mading) anti-bullying bertema “Stop Bullying”. Mading tersebut menjadi media edukasi sekaligus simbol komitmen bersama dalam menolak segala bentuk perundungan di lingkungan sekolah.